dr. Hasto Raih Penghargaan Manggala Karya Kencana

  • 18 Juni 2014 10:21:25
  • 1505 views

Setelah meraih tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia berupa Bintang Satya Lancana Wira Karya di Palu, Sulawesi Tengah, akhir tahun lalu. Kini Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo juga meraih prestasi dalam bidang kependudukan dan Keluarga Berencana (KB) dari Presiden RI. Penghargaan tersebut adalah Manggala Karya Kencana (MKK) yang diserahkan Wapres Boediono, dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXI di Surabaya, Sabtu (14/6) lalu. Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah maupun tokoh masyarakat yang mempunyai kepedulian dan peran menonjol dalam mendukung program KB nasional.

 

Penghargaan tersebut menambah deretan prestasi nasional yang telah dicapai Pemkab Kulon Progo. Penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Bupati Kulon Progo ini sangat beralasan, karena selaku Bupati, dr.Hasto dianggap berperan aktif dalam mengampanyekan program KB sekaligus pemberdayaan bagi masyarakat miskin.

Menurut dr. Hasto, panggilan akrabnya, dirinya bersyukur telah diberikan dorongan (melalui penghargaan-red.) dalam menjalankan tugas terutama pada masalah kependudukan dan kesejahteraan keluarga.

"Bagi saya semangat ber-KB sangat penting untuk didorong, karena kita sadar sekarang ini rata-rata kelahiran secara nasional 2,6 anak per wanita. Setiap wanita melahirkan lebih dari 2 bayi. Jika melebihi angka 2,1 lebih masih akan terjadi ledakan penduduk. Maka sebetulnya upaya KB yang dilakuan dengan peran pria, kemudian memberikan kambing, juga menjadi bentuk pemberdayaan bagi masyarakat miskin. Ini sebetulnya bersifat komprehensif, di satu sisi mensukseskan program KB di sisi lain mensukseskan pemberdayaan. Hal seperti inilah yang menjadi konsen untuk selalu kita pertahankan, dan berusaha meningkatkan," jelas dr. Hasto saat ditemui pada acara BBGRM di Girimulyo, Selasa (17/05) lalu.

Ditambahkan dokter spesialis kandungan ini, pihak Pemkab sebenarnya sudah sangat termotivasi dengan hasil cakupan KB pria yang meningkat sekaligus masyarakat bisa berbudidaya. Hal ini sebenarnya sudah menjadi penghargaan yang besar bagi Pemkab, namun demikian kalau Pemerintah Pusat memberikan penghargaan, tentunya Pemkab juga berterimakasih, karena hal itu adalah efek samping untuk menambah motivasi.

Dalam memotivasi peran serta KB, terutama oleh pria melalui MOP, dr. Hasto membuat inovasi pemberian hadiah kambing. Dirinya sama sekali tidak membayangkan bahwa hal itu menjadi penilaian lebih bagi tim penilai MKK. Bahkan yang didorong untuk dinilai oleh tim adalah juara nasional MOP ataupun KB Lestari, kemudian juga mendorong untuk berprestasi di tingkat DIY, sesuai prinsip Pemkab, yaitu mandiri, sehat, dan berprestasi. Di berbagai tempat di Kulon Progo, sudah banyak diberikan program yang sama dan animo masyarakat juga besar. Tahun ini dirinya menargetkan 100 akseptor KB pria di Kulon Progo.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB), Sri Utami menjelaskan bahwa pada tanggal 14 Juni lalu bupati Kulon Progo dengan beberapa Bupati yang lain mendapatkan penghargaan MKK dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, hal ini merupakan bukti perhatian Pemkab dalam menggerakkan atau mensukseskan program kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga, terutama bagaimana menekan laju jumlah penduduk dengan KB. Dan juga upaya untuk meningkatkan kualitas keluarga.

 

"Salah satu yang disupport beliau dalam menggerakkan masyarakat untuk berKB adalah dengan memberikan reward, khususnya pria yang peduli KB, dengan program MOP bekerja sama dengan perusahaan atau pihak luar. Peningkatan jumlah akseptor yang mencapai hampir 4 kali dari tahun-tahun sebelumnya juga menjadi parameter Pemkab mendapatkan penghargaan," kata Sri Utami.***