Sadar Pajak, Warga Menabung untuk Bayar PBB

  • 17 Juni 2014 15:34:36
  • 2004 views

Kesadaran warga Dusun Sabrangkidul, Desa Jatimulyo, Girimulyo terhadap pajak patut ditiru. Pasalnya, untuk meringankan pembayaran PBB atas tanah yang mereka miliki, masyarakat dusun ini aktif menabung secara bersama-sama. Saat akan membayar PBB, tabungan ini dipecah dan hasilnya digunakan untuk membayar pajak tahunan ini. Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo sangat menghargai upaya warga ini, bahkan di depan warga Dusun Sabrangkidul, Bupati memecah tabungan PBB yang akan dibayarkan tahun 2014 ini. Sayangnya, saat itu belum sempat dihitung jumlah tabungan warga secara keseluruhan.

Menurut Bupati, tabungan PBB ini merupakan inovasi masyarakat yang luar biasa. Upaya masyarakat ini merupakan bentuk kepercayaan kepada pemegang amanah. Masyarakat membutuhkan trust atau kepercayaan. Demikian tuturnya pada acara Bulan Bakti dan Gotong Royong Masyarakat di Kecamatan Girimulyo, Selasa (17/06).

"Sebetulnya kunci masyarakat yang menabung adalah karena percaya tabungan itu pasti akan digunakan untuk membayar PBB. Saran saya, yang diberi kepercayaan itu harus bisa menjaga kepercayaan ini, dan tabungan PBB ini kalau sukses luar biasa. Oleh karena itu hal ini akan kita getok tularkan ke tempat lain bagaimana supaya PBB itu tidak terasa berat. Kalau di kota mungkin bisa memakai tabungan sampah, jadi sampah dibersihkan dan dikumpulkan untuk ditimbang kemudian dihitung nilainya. Ini adalah bentuk modifikasi dalam rangka menabung untuk membayar PBB," kata dr. Hasto, panggilan akrab Bupati Kulon Progo.

Dalam BBGRM di Girimulyo, rombongan yang dipimpin Bupati menyaksikan berbagai kegiatan masyarakat, antara lain dari hasil gotong royong masyarakat setempat seperti gardu pandang di Tompak, yang memiliki pemandangan perbukitan yang sangat indah, penyerahan bantuan, pelayanan KB, menyaksikan kerja bakti masyarakat dan melihat usaha ekonomi produktif masyarakat.

Menurut Camat Girimulyo, Purwono, BBGRM merupakan salah satu upaya untuk mendukung pelestarian nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Nilai-nilai gotong royong ini tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai bagian dari sistem nilai budaya yang berlu dilestarikan secara berdayaguna dan berhasilguna untuk memperkuat integrasi sosial di masyarakat. Ditambahkannya, Kecamatan Girimulyo memiliki beragam potensi pertanian, alam, seni budaya, dan sumber daya manusia yang ulet serta masih menjunjung tinggi budaya gotong royong.

Hal ini dibenarkan oleh Kades Jatimulyo, Anom Sucondro yang mengatakan bahwa semangat gotong royong di wilayahnya sangat bagus. Tidak hanya gotong royong dalam rangka membangun infrastruktur saja, tetapi juga gotong royong dalam hal membayar PBB. Terbukti dengan adanya tabungan PBB yang dilakukan oleh masyarakat.

Untuk mendorong semangat gotong royong ini Pemkab Kulon Progo, pada tahun 2015 akan memberikan bantuan gotong royong senilai rata-rata Rp 500 juta per desa. Pemkab akan memberikan bantuan ini bagi desa yang sanggup melaksanakan gotong royong maupun padat karya. Dengan dana ini, tentunya desa tinggal memilih, daerah mana dan apa yang akan dibangun melalui gotong royong. Karena bantuan ini tentunya mempersyaratkan desa untuk membuat APBDes dan membuat laporannya secara tepat waktu dan disiplin administrasi. Dalam hal ini, Pemkab akan membuat regulasi penggunaan bantuan itu. Diharapkan dengan bantuan ini desa bisa berbenah diri dan mengatur sebaik-baiknya, jangan sampai dana bantuan ini membawa musibah bagi desa, bukan berkah bagi desa. Ini adalah semangat Pemkab supaya desa bisa memutuskan kegiatannya sendiri.

Dalam BBGRM tersebut, berkali-kali Bupati mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang produktif yang ada di lingkungan mereka supaya bisa meningkatkan perekonomian. Masyarakat juga dipersilahkan untuk mengusulkan kegiatan-kegiatan yang produktif yang bisa dilaksanakan segera dengan teknologi tepat guna. Disamping itu, Bupati juga menerima keluhan dari beberapa kepala desa yang hadir terkait masalah-masalah yang urgent di desa mereka.***