Gubernur Resmikan Penataan Kawasan Sendangsono

  • 17 Juni 2014 14:10:23
  • 1802 views

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikan Penataan Kawasan Sendangsono dengan ditandai pemukulan gong, dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Uskup Agung Semarang Mgr.J.Pujasumarta,Senin (16/6/2014).

Penataan kawasan Sendangsono ini merupakan tahap pertama peringatan 110 tahun baptisan pertama, dan Syukur atas 74 tahun Keuskupan Agung Semarang, dengan kegiatan antara lain rehab gereja promasan dan pembangunan tempat pemandian.

Penataan kawasan ini dalam rangka meneruskan pelayanan Rm.FGJ. van Lith,SJ. dan memelihara sentuhan Rm.Yb.Mangunwijaya.Pr. yang diprakarsai oleh keluarga Purnomo Yusgiantoro dengan para sahabat seperti Michael Sumarijanto, Alex S Wiyoyo, Evy Tjahyono, YB Haryono.

Dalam kesempatan tersebut juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) situs wisata rohani Sendangsono Yogyakarta yang ditandatangani oleh Institut Komunitas Universal sebagai yayasan pemrakarsa penataan dan revitalisasi kawasan situs wisata sendangsono, Tidar Heritage Foundation sebagai yayasan yang bermaksud mengembangkan wilayah tidar dan sekitarnya di bidang kerukunan spiritual maupun kemakmuran masyarakatnya, Keuskupan Agung Semarang.

Selanjutnya ketiga pihak bersepakat untuk bekerjasama mengembangkan dan mempromosikan sendangsono sebagai daerah wisata spiritual yang diakui dunia sebagai waisan budaya dunia, mengembangkan daerah sendangsono dan sekitarnya menjadi daerah pendukung wisata yang bertaraf internasional, meningkatkan kemampuan masyarakat setempat untuk menjadi faktor pendukung daerah wisata spiritual sendangsono, mendukung dan melestarikan nilai-nilai kesejahteraan spiritual daerah sendangsono dan membuka kesempatan dan pembinaan bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraan dengna menjalin kerjasama yang baik.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya mengapresiasi selesainya penataan gereja promasan, dan pembangunan tempat pemandian.

"Ini menambah destinasi wisata religi" demikian disampaikan Gubernur.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kita bisa hidup bersama. Penganut agama katholik tidak dibenarkan menganggap agama lain lebih rendah. Dalam penghormatan terhadap agama lain terlihat di Sendangsono. Simbol-simbol kerukunan umat beragama juga terlihat di sendangsono.

Di sendangsono juga terlihat mengukuhkan sifat budaya jawa yang ajur ajer, sesuatu yang baru selalu ditelan oleh masyarakat jawa.

Mikel Sumaryanto menyampaikan bahwa di sendangsono penuh kesejarahan. Kawasan ini juga mempunyai sentuhan peka terhadap masalah lingkungan dan ingin melestarikannya. Pemugaran gereja promasan penting, karena arsiteknya dilindungi secara hukum.

Penataan sendangsono ini diharapkan menjadi Lurdesnya Indonesia. Sehingga kedepan akan banyak wisatawan yang datang ke Sendangsono baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga memberi dampak ke Sendangsono dan masyarakat sekitarnya.

Untuk menopang kunjungan ini akan dibangun Homestay dalam suasana alam Indonesia, Suasana alam jawa, tanpa merubah alam sekitar. (at.MC)