Penerimaan Kunjungan Tim Verifikasi Satyalancana

  • 16 Juni 2014 08:24:57
  • 1837 views

Tim Sekretariat Militer didampingi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melakukan kunjungan sinkronisasi dan verifikasi data kepada calon penerima Tanda Kehormatan/ Penghargaan atau Jasa Satyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Kulon Progo.

Siti Isro yati,SH dari Kementerian Sekretariat Negara selaku Ketua Tim Verifikasi menyampaikan bahwa kunjungan lapangan dalam rangka sinkronisasi dan verifikasi data dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) Bupati Kulon Progo, sebagai calon penerima sebelum yang bersangkutan menerima penghargaan dari Presiden.

Bupati Kulon Progo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) diajukan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM untuk menerima Satyalencana dan sesuai prosedur harus diverifikasi oleh tim. Selanjutnya yang bersangkutan akan diverifikasi datanya dibeberapa lembaga lain seperti Kepolisian, Kejaksaan Agung, BIN dan KPK.

"Disini, Tim ingin mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Bupati Kulon Progo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) terkait koperasi" kata Siti saat diterima Sekretaris Daerah Kulon Progo Ir.RM.Astungkoro,MHum. beserta jajaran Pemkab Kulon Progo dan para pengurus koperasi di Kulon Progo, jumat (12/6).

Lebih lanjut disampaikan, tim ingin mengetahui apa saja yang dilakukan oleh dr Hasto dalam bidang koperasi, baik dari sisi kebijakan, pendanaan, dan SDM (Sumber Daya Manusia), dan bagaimana keberpihakan dr Hasto terhadap koperasi.

Menjawab pertanyaan tersebut Ngatijo Ketua KSU Jatirogo menjelaskan apa yang dilakukan Bupati Kulon Progo dr. Hasto. Semula pada tahun 2008 didirikan Koperasi Jatirogo yang bergerak di gula kristal, tetapi pada tahun 2012 mengalami kesulitan pendanaan.

Kemudian dr Hasto, Bupati Kulon Progo menjadikan gula semut menjadi produk unggulan daerah. Berkat kebijakan ini, banyak lembaga yang ingin mendampingi, antara lain dari BI (Bank Indonesia) membantu membuatkan gudang, dari perguruan tinggi membantu peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia).

"Itulah usaha Bupati, mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak, sehingga kami bisa meningkatkan kapasitas dan SDM kami" kata Ngatijo.

Sedangkan dalam batik, Pemilik Batik Citra Mandiri dari Lendah menjelaskan apa yang dilakukan Bupati Kulon Progo dr.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K). Dahulu batik Kulon Progo sangat minim dan setelah Unesco menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia, industri batik mulai bertambah tapi belum signifikan.

Tahun 2012 dokter Hasto mendorong para pengusaha batik untuk membentuk koperasi berbadan hukum. Kemudian Bupati mengusulkan lomba desain batik tingkat internasional karena diikuti juga dari luar negeri, dan dihasilkan batik motif geblek renteng batik khas Kulon Progo, dan didaftarkan HAKI-nya di Kemenkumham.

Setelah dilaunching, Bupati menghimbau Siswa dan PNS menggunakan batik geblek renteng, dalam rangka Bela dan Beli Kulon Progo. Akhirnya omset bertambah, koperasi meningkat pesat.
"Dulu banyak yang bekerja membatik di Yogyakarta, sekarang kembali ke Kulon Progo.
Saat ini ada sekitar 700 perajin dengan 30 pengusaha. Rata-rata 1 perajin 25 karyawan." Katanya.

"Kami diuntungkan adanya Bela Beli Kulon Progo. Banyak warga saat ini bertumpu pada usaha batik" katanya

Hasil perjuangan Bupati lainnya, yaitu BI mau membantu Rp. 225 juta, yang 70 persennya digunakan untuk membuat 12 unit pengolah limbah untuk mengatasi pencemaran. 30 persen untuk penyediaan bahan baku.

Dra.Sri Harmintarti,MM Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulon Progo, juga menjelaskan beberapa kebijakan Bupati terhadap koperasi di Kulon Progo. Keberpihakan Bupati terhadap koperasi di Kulon Progo sangat tinggi, baik melalui kebijakan seperti melalui Perda, Perbup, maupun meningkatkan kerjasama dengan berbagai lembaga keuangan, baik Kementerian, maupun BUMN maupun swasta. Disamping itu Bupati juga meminta semua perusahaan yang akan masuk Kulon Progo untuk bekerjasama dengan koperasi.

Terkait Perijinan pendirian koperasi, untuk koperasi simpan pinjam badan hukum baru, maksimal 3 (tiga) sudah selesai. Sedangkan pemberian rekomendasi pemakaian BBM (Bahan Bakar Minyak) selesai dalam waktu 15 (lima belas) menit.
Terkait permodalan, Dinas Koperasi memfasilitasi, mempertemukan koperasi dengan lembaga keuangan yang lain, terutama dengan BUMN, BUMD.

"Kita kerjasama dengan bank pasar, Rp. 5 Miliar untuk Koperasi prosesnya sudah beres. " kata ibu Hermin.

Menanggapi kunjungan Tim, Sekda Kulon Progo menyatakan berterimakasih dan merasa bangga karena Kulon Progo dipilih oleh tim.

Disampaikan oleh Sekda bahwa Bupati Kulon Progo dokter Hasto, sebelumnya juga telah menerima 28 penghargaan dalam berbagai bidang, dan terkait koperasi, diantaranya
Penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UMKM tentang OVOP (One village One Produk), penghargaan sebagai Kabupaten penggerak koperasi, dan penghargaan Bakti koperasi. (at.MC)