Bupati Ngaruhke Warga Trans Asal Kulon Progo

  • 13 Juni 2014 14:27:07
  • 1665 views

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap warga transmigran yang sudah berada di lokasi transmigrasi, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo melakukan kunjungan kerja ke lokasi trans yang ditempati transmigran asal Kulon Progo di Barito Timur, Kalimantan Tengah, Kamis (12/06). Kedatangan Bupati tersebut juga untuk meninjau langsung perkembangan warga transmigran asal Kulon Progo.

 

Bupati mengatakan bahwa lokasi transmigran di wilayah yang dikunjunginya termasuk berkualitas bagus, dalam artian tanah milik transmigran posisinya agak tinggi sehingga tidak terendam air, jarak dari kota kecamatan hingga daerah trans hanya sekitar 6 km, jarak dengan kota kabupaten sekitar 20 km, tanahnya datar, tidak berbukit-bukit, untuk menuju kota kabupaten tidak perlu melalui jalan air, dan beberapa warga trans selain bekerja sebagai petani ada yang bekerja di kota kabupaten baik di budidaya tanaman atau pabrik, seperti pabrik pembuat arang yang dimiliki oleh warga asal Kulon Progo.

"Artinya mereka bisa mengakses job-job lain selain bidang pertanian karena jaraknya yang tidak jauh, namun tetap tinggal di daerah transmigrasi. Sehingga bisa menjalankan kewajibannya sebagai warga trans yang mengembangkan wilayah dan bertani. Ada kegiatan lain yang bisa diikuti warga trans selain bercocok tanam," tambah Bupati.

Namun demikian dr. Hasto menjelaskan ada beberapa hal yang perlu perhatian, seperti fasilitas pendidikan dan listrik yang masih menggunakan generator, meski jarak dengan jaringan PLN yang terdekat sekitar 500 meter. Dengan potensi yang ada di wilayah itu, dr. Hasto yakin kalau mau bekerja dengan tekun pasti mereka sukses.

Jumlah kepala keluarga baru yang ikut transmigrasi di Barito Timur adalah 10 kk. Mereka mulai transmigrasi bulan Oktober 2013. Dalam kunjungan tersebut Bupati didampingi oleh Kepala Dinsosnakertrans, Eko Pranyata.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati memberikan oleh-oleh saja, berupa bibit cabe dan padi, modal untuk berternak dan makanan sebagai obat rindu. Modal diberikan karena di daerah trans tersebut tempatnya memungkinkan untuk memelihara unggas. Menurut dr. Hasto, sebenarnya tidak banyak berbeda suasananya dibanding waktu tinggal di Jawa, hanya kebanyakan mereka dulunya tinggal di gunung namun sekarang tinggal di dataran (ngarai). "Diharapkan mereka masih sangat familier dan saya lihat yang berasal dari Kulon Progo ini semua petani, bahkan ada yang sudah menanam bawang merah dan sudah panen satu kwintal, itu luar biasa karena bawang merah merupakan salah satu komoditi yang bisa mempengaruhi inflasi," kata Bupati.

Bupati juga berharap, Pemkab Kulon Progo bisa sesempurna mungkin dalam menempatkan para transmigran, terutama fasilitas transportasi dan sekolah, dan juga fasilitas untuk kesehatan. Termasuk kepemilikan tanah seluas 2 hektar per KK, diharapkan sebelum mereka berangkat sudah selesai dengan baik, termasuk sertifikatnya, hal ini penting supaya tidak terjadi masalah di kelak kemudian hari.

Bupati juga menghimbau, bagi warga Kulon Progo yang akan transmigrasi, Pemkab akan sangat membantu dan kami akan bernegosiasi supaya ada Peraturan Pemerintah (PP) yang memayungi seandainya Pemkab ingin memberikan bantuan dari APBD, sehingga warga Kulon Progo yang akan transmigrasi tetap optimis, karena Pemkab masih bisa ngaruhke warga transmigrasi.

Kunjungan dr. Hasto Wardoyo ke daerah trans ini bersama-sama dengan dinas terkait dari Pemda DIY, Bupati Bantul, dan Kadinas kabupaten lain dalam rangka mendampingi Wakil Gubernur DIY, Sri Pakualam IX mengunjungi warga DIY yang transmigrasi di Barito Timur.***