Penerimaan Kunjungan Provinsi Gorontalo dan Jawa Barat

  • 12 Juni 2014 15:05:46
  • 1810 views

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo menerima kunjungan rombongan dari dua provinsi sekaligus. Rombongan Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo Drs Achmad Syaus,MM, dari Provinsi Jawa Barat dipimpin Sapta Yulianto Biro Otda Setda Jawa Barat.

Kunjungan kedua rombongan dalam rangka mempelajari manajemen penyelenggaraan pemerintah daerah, dan strategi penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) di Kulon Progo. Dan dalam rangka peningkatan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD). Kunjungan ke Kulon Progo, karena direkomendasikan oleh Kemendagri untuk tempat study banding.

Wabup menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo awalnya menekankan bagaimana Pemkab bersama semua pihak meningkatkan kinerja yang menjadi tanggung jawab bersama, sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Dan perjuangan Pemkab Kulon Progo meningkatkan kinerja ini diapresiasi oleh Kemendagri dengan mendapat peringkat I dalam LPPD.

"Terimakasih atas kunjungannya. Hal ini menambah spirit kami agar tidak terlena" kata Wabup, saat menerima kunjungan rombongan di Rumah Dinas Bupati, Kamis (12/6/2014).

Dijelaskan, pertama kali diadakan penilaian peringkat Kulon Progo masih diatas 100. LPPD tahun 2009 peringkat 10, Tahun 2010 peringkat 7, Tahun 2011 peringkat 15, dan LPPD Tahun 2012 masuk peringkat I.

Wabup juga menyampaikan bahwa targetnya hanya masuk 5 besar, tetapi justru mendapat peringkat I. Yang dilakukan Pemkab Kulon Progo adalah berusaha menepati semua Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) sambil melakukan inovasi-inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Kita juga mengeksplore inovasi lokal/ kebijakan daerah, terutama kreativitas, ide Bupati atau SKPD, termasuk inovasi dalam pelayanan." Tambah Wabup, sambil menjelaskan beberapa inovasi daerah.

Peserta kunjungan dari Provinsi Gorontalo dan Jawa Barat, seusai mendapat penjelasan Wabup menyampaikan, bahwa Kulon Progo memang layak memperoleh predikat, karena di Kulon Progo mengetahui persis kondisi tiap tahun, mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya, sehingga di tahun berikutnya jelas apa yang akan diperbaiki.

Disamping itu mempunyai Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Tim Penyusun LPPD yang bersifat terintegrasi, sehingga jelas personil tim yang terlibat dan tanggungjawabnya. Lebih teratur, dan lebih fokus akar permasalahan.

"Mekanisme penyusunan dapat menjadi poin di Gorontalo untuk penguatan di tahun depan" kata salah satu peserta dari Gorontalo.
Drs Achmad Syaus,MM, menilai kunjungan ini juga dalam rangka menciptakan reformasi yang hakiki di pemerintahan.

Achmad Syaus juga menyampaikan bahwa Provinsi Gorontalo baru dibentuk 12 tahun yang lalu, pisah dari Provinsi Sulawesi Utara. Dengan jumlah penduduk 1.000.187,- dengan pertumbuhan ekonomi 7,68 persen diatas rata-rata nasional 5,8.

APBD tahun pertama sebesar Rp. 75 milyar dan tahun 2014 sudah mencapai Rp. 1,2 Triliun. Hal ini karena Gorontalo menerapkan pendapatan retribusi di nolkan untuk menarik investor, semua pelayanan perijinan tidak dipungut biaya. Sehingga investor banyak yang masuk.

"Kami harap jika ada kunjungan ke Gorontalo SMS saja, tidak perlu surat kami layani" kata Achmad Syaus bahwa hal tersebut salah satu bentuk untuk mempermudah pelayanan. Bahkan untuk rapat-rapat SKPD sekarang tidak perlu surat, cukup SMS.

Seusai penjelasan Wabup Kulon Progo, acara dilanjutkan dengan dialog yang dipandu oleh Kepala Sub Bid Pengembangan Kinerja Perangkat Daerah Yulianta Nugraha,SIP,MSi.(at.MC)