Bimbingan Teknis Produk Kerajinan

  • 11 Juni 2014 15:33:54
  • 1938 views

Dekranasda bekerjasama dengan PT.BPD DIY selenggarakan Bimtek (Bimbingan Teknis) Produk Kerajinan.terhadap 24 Perajin/ UMKM di Kulon Progo, Rabu - Kamis (11-12/6/2014). Bimtek meliputi tentang akses Modal, pemberian Motivasi, bagaimana menumbuhkan Inovasi, dan diskusi terkait permasalahan yang dihadapi pengrajin.

Bimtek dibuka oleh Ketua Harian Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kulon Progo Dra.Niken Probolaras,S.Sos.,M.Hum. yang juga Kepala Dinas Perindag ESDM Kabupaten Kulon Progo, di RM Nggirli Jl.Jogja-Wates.

Dra.Niken menyampaikan bimtek ini sangat penting, karena untuk menghadapi tantangan kedepan, diperlukan pengrajin yang tangguh, inovatif, mampu bersaing, dapat mengikuti trend pasar, dan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Untuk menumbuhkan kreativitas, Dra.Niken menyampaikan salah satunya dengan akan menyelenggarakan lomba fashion kerajinan lengkap, "sak pengadek" produk dari Kulon Progo, seperti pembuatan baju yang diselaraskan dengan sarung, topi, tas, sandal khas Kulon Progo.

"Selain bisa untuk inspirasi perajin di Kulon Progo, bisa untuk souvenir dalam mendukung pariwisata Kulon Progo." Kata Dra.Niken.

Dra.Niken juga menekankan agar pengrajin/ UMKM dapat membuat kerajinan sampai finishing, sehingga dapat meningkatkan nilai jual. Selama ini Dra.Niken cukup prihatin, karena banyak produk dari Kulon Progo setengah jadi, setelah di finishing oleh pihak ketiga harganya berlipat, yang mendapatkan untung besar bukan masyarakat Kulon Progo tapi pihak ketiga atau eksportir.

Untuk mengikuti trend pasar dan menambah ilmu, Dra.Niken mengharapkan agar pengrajin meningkatkan membiasakan membuka internet, sehingga pengetahuan tidak tertinggal.

"Tiada keberhasilan tanpa kerja keras, belajar, tekun, ulet bekerja, motivasi untuk maju, mau, dan mau menerima kritikan" begitu resep yang disampaikan Dra.Niken.


Terkait permasalahan modal yang sebagian besar dihadapi Pengrajin/ UMKM, Pratomo Anggo Wibowo dari PT.BPD DIY memberikan edukasi bagaimana agar memperoleh fasilitas yang murah dan mudah melalui perbankan. Hal yang sama juga diperkuat oleh Daryono, dari BRI Cabang Wates yang menyampaikan komitmen, bahwa PT.BPD DIY Cabang Wates dan BRI akan memberikan kemudahan bagi pengrajin di Kulon Progo.

"PT. BPD DIY sebagai jembatan masyarakat yang kelebhan dana dengan masyarakat yang membutuhkan dana." Kata Anggo.

Anggo juga menyampaikan melalui acara ini merupakan bentuk sinergi pelaku UMKM, Perbankan dan Pemerintah. Sedangkan permasalahan mendasar yang dihadapi perbankan dalam penyaluran modal, karena selama ini biasanya dalam pengelolaan UMKM belum ada sistem pencatatan pembukuan yang jelas, meskipun sederhana.

Pengrajin menyambut baik dilaksanakan bimtek ini karena selain mendapat informasi dan masukan dari berbagai pihak, juga dapat dijadikan ajang silaturahmi bagi para pelaku UMKM sehingga dapat saling menimba ilmu dan meningkatkan jaringan.

Benny Triono dari Sukoreno Sentolo salah satu peserta menyampaikan bahwa dirinya sering mendapat order dari luar negeri, jika banyak order bisa bekerjasama dengan pengrajin lain.

Sedangkan permasalahan yang dihadapi oleh Duwiyono pengrajin tas dari Kaliagung adalah perlunya meningkatkan produktifitas pekerja, karena selama ini sebagian besar pekerjanya bekerja tetapi belum optimal. Sedangkan pesanan biasanya ditarget waktu.
Untuk pesanan biasanya sering dari daerah Sleman dan Yogyakarta.

Dalam kesempatan diikuti pengrajin tas, batik, dan aneka kerajinan lainnya yang ada di Kulon Progo.
Terkait penyelenggaraan Bimtek ini, Drs.Bambang Widodo,M.Si. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag ESDM menyampaikan meskipun keterbatasan Pemda terbatas, tetapi Disperindag ESDM berkomitmen mengembangkan UMKM di Kulon Progo.

"Lebih dari 20.000 pengrajin di Kulon Progo, yang perlu pembinaan, tetapi baru sedikit yang kita bina" kata Drs.Bambang.
(at.MC)