Jelang Pilpres, Jadwal Kampanye di Kulon Progo Belum Pasti

  • 11 Juni 2014 10:49:05
  • 1373 views

Meski pilpres segera dilaksanakan dalam hitungan hari, namun hingga kini (11/06), jadwal kampanye pengumpulan massa secara besar-besaran (rapat akbar) di Kulon Progo masih belum pasti. Ketua KPU Kulon Progo, Muh. Isnaini menjelaskan bahwa jadwal kampanye pilpres diserahkan oleh masing-masing tim, sehingga tidak ada jadwal yang disusun oleh KPU. Adapun kampanye dalam bentuk rapat umum sudah tercakup dalam masa kampanye sejak tanggal 4 Juni – 5 Juli 2014. Pada masa kampanye ini masing-masing tim diperbolehkan melaksanakan segala jenis kampanye. Namun menurut Isnaini, rapat terbatas dengan jumlah peserta di bawah 1.000 orang tidak perlu melapor kepada KPU.

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo menyayangkan tidak adanya jadwal kampanye dari masing-masing pasangan calon. Karena hal itu berarti masing-masing pihak, baik dari peserta pemilu ataupun pimpinan daerah harus meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai terjadi head to head (pertemuan) antara pendukung 2 pasangan calon. Hal itu dapat menimbulkan benturan yang cukup signifikan karena rivalnya hanya satu.

"Karena tidak ada jadwal yang dibuat oleh KPU, maka tidak ada kepastian bahwa masing-masing tim sukses dari 2 kubu mau mengadakan kampanye atau tidak, dimana tempatnya, dan berapa massa yang dikerahkan. Hal ini perlu menjadi perhatian yang serius, karena bisa jadi masing-masing pihak mengadakan rapat umum kemudian saat pulang berpapasan bisa terjadi keributan," kata dr. Hasto.

Menanggapi hal itu, Muh. Isnaini menjelaskan bahwa saat koordinasi di KPU Pusat dengan tim kampanye dihasilkan bahwa jadwal kampanye diserahkan pada masing-masing tim kampanye. Dengan demikian KPU tidak mengeluarkan jadwal kampanye dalam pilpres ini.  Isnaini juga menjelaskan bahwa kemungkinan bertemunya masing-masing tim kampanye dalam satu tempat dan waktu sebenarnya kecil.

"Sejauh ini menurut informasi yang kami terima tim kampanye pasangan calon Prabowo-Hatta rencana awal tanggal 25 Juni 2014 dan Joko Widodo-Jusuf Kala sebanyak 3 kali di DIY namun belum ada jadwal yang pasti," kata Isnaini.

Ditambahkannya, untuk Kabupaten Kulon Progo juga belum ada jadwal yang pasti. Menurut aturannya maksimal seminggu sebelum pelaksanaan rapat umum atau kampanye terbuka maka tim harus melaporkan kepada KPU. Untuk mengantisipasi masalah jadwal kampanye ini, rencananya dalam 2-3 hari ke depan KPU masih akan mengkoordinasikan tahapan pelaksanaan pemilu dengan pihak terkait.

Dalam acara coffee morning menjelang pilpres 2014 di Rumah Dinas Bupati itu, Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Riyadi Sunarto berharap bahwa dengan acara ini, Muspida dapat memahami tahapan pemilu, sehingga bisa menjadi menjadi katalisator dan mediator pelaksanaan pemilu serta bisa mensukseskan pelaksanaan pemilu.

Dalam pilpres 2014 ini di Kulon Progo jumlah DPT adalah 335.897 orang lebih besar dibanding DPT saat pileg lalu sejumlah 334.270 orang. Sedangkan  Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pilpres sejumlah 335.989 orang dan jumlah pemilih pemula sejumlah 2.333 orang.***