Tumbuhkan Kewirausahaan, Pemkab Gelar Talkshow Bersama Kick andy

  • 05 Juni 2014 16:55:49
  • 1835 views

Dalam rangka meningkatkan semangat kewirausahaan di Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo bekerjasama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY menggelar Talk Show Kewirausahaan di Lantai II Gedung Kaca (5/5). Acara ini bertajuk Menumbuhkan kewirausahaan Baru di Kulon Progo dalam Menghadapi Mega Proyek, dipandu oleh Andy F.Noya.

Dalam kesempatan itu, dr. Hasto Wardoyo mengakui bahwa Kulon Progo masih punya PR besar untuk mengentaskan masalah-masalah yang terkait dengan kemiskinan. Dengan demikian terkait kewirausahaan, Pemkab tentunya bersemangat menyambut upaya peningkatan semangat berwirausaha dengan baik. Dalam hal ini, menurut Bupati, Bank Indonesia sangat banyak membantu supaya Kulon Progo bisa cepat berkembang dan maju. Kulon Progo sudah banyak memulai berbagai hal yang bisa menjadi bagian dari wira usaha, seperti AirKU, beras daerah (rasda) untuk mengganti raskin serta beras khas Kulon Progo, andesit, ataupun gula semut.

"Kami punya cita-cita, kita bisa produksi brown sugar yang kemudian hotel-hotel di Yogyakarta dan Indonesia brown sugarnya dari Kulon Progo. Cita-cita yang tidak muluk-muluk, karena saat ini sudah produksi gula curah," tutur Bupati yang juga spesialis ginekologi ini.

Ditambahkannya, jiwa kewirausahaan dan gelora Bela dan Beli Kulon Progo perlu dipupuk supaya bisa membuat produk sampai hilir yaitu keluar sebagai produk yang sudah jadi. Jika bisa menjual dalam bentuk yang sudah jadi, insya Allah masyarakat akan cepat mengalami kesejahteraan bersama. Untuk itu dengan semangat Bela dan Beli Kulon Progo ini, masyarakat punya sistem membangun ekonomi dengan meminimalkan uang yang keluar Kulon Progo, sehingga peredaran uang lebih banyak di Kulon Progo.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI DIY, Arief Budi Santoso menyampaikan bahwa BI perlu berpartisipasi dalam kegiatan seperti saat ini, karena BI bertugas untuk menjaga kestabilan nilai rupiah yang intinya adalah inflasi dan nilai tukar. Inflasi di daerah dipengaruhi oleh terganggunya produksi dan distribusi komoditas-komoditas utama yang sangat berpengaruh di daerah. Komoditas utama yang mempunyai bobot cukup besar dalam inflasi di DIY selain beras adalah daging sapi cabe merah, bawang merah, daging ayam dan telur ayam. Gangguan pasokan terhadap komoditas ini akan berpengaruh pada inflasi, sehingga BI ikut membantu memperkuat pasokan bahan pangan dan bahan ekspor.

"Hubungannya dengan UMKM adalah bahwa komoditas tersebut utamanya dilakukan oleh usaha kecil dan UMKM. Oleh karena itu sebagai bentuk wujud perhatian dan dukungan kami untuk mengembangkan usaha kecil di daerah, maka kami ikut hadir pada acara hari ini bersama-sama dengan Pemkab Kulon Progo," tambah Arif.

Talk show dengan host Andy F Noya ini juga disaksikan oleh Wabup Serdang Bedagai, Syahrianto, Forkorpimda, Dinas/instansi di Kulon Progo, BUMD serta UPT Museum Vredeburg. Talk show tersebut menghadirkan narasumber dari KSU Jatirogo, Theresia Eko Setyowati, Painah wanita penderes dari Kokap yang per harinya mampu memanjat 100 pohon kelapa,  serta Masril Koto, pendiri Bank Tani atau Bank Petani dalam bentuk Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Baso, Agam, Sumatera Barat.

Lebih dari 300 orang memadati gedung kaca, dan para hadirin tampak bersemangat, terlihat dari semangat mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan Andi F Noya yang segera menghadiahi buku kepada hadirin yang bisa menjawab.***