Anggaran Olahraga Naik jadi Rp. 3,5 Miliar

  • 05 Juni 2014 12:43:23
  • 2759 views

Kabar gembira bagi atlet Kulon Progo. Pada tahun 2015 Pemkab Kulon Progo akan meningkatkan anggaran untuk Olahraga pada tahun 2015 menjadi Rp. 3,5 miliar dari sebelumnya sekitar Rp. 800 juta - Rp. 900 juta pada tahun 2013. Atau naik 3 kali lipat. Sedangkan pada tahun 2014 ada tambahan khusus yang digunakan untuk persiapan Porda.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan melalui alokasi dana tersebut diharapkan dapat digunakan oleh KONI Kulon Progo untuk membeli sarana prasarana olahraga, biaya latihan dan biaya untuk pertandingan atlet.

"Akan saya perjuangkan pada APBD di Dewan" kata dokter Hasto (panggilan akrab Bupati) saat menerima audiensi Pelatih/ Atlet tinju dan gulat, di Rumah Dinas Bupati, Kamis (5/6/2014).

dokter Hasto menekankan bahwa dana dikeluarkan bukan untuk pesta, hajatan tetapi untuk meningkatkan sarana prasarana dan meningkatkan kualitas atlet. dokter Hasto juga meminta atlet di Kulon Progo untuk memanfaatkan anggaran olahraga tersebut dengan sebaik-baiknya.

Untuk meningkatkan prestasi, Bupati menilai pentingnya mendorong prestasi atlet dalam cabang perorangan untuk berprestasi, apabila cabang beregu kesulitan. Karena untuk cabang beregu lebih banyak membutuhkan biaya.Bupati juga menambahkan bahwa anggaran tidak untuk beli pemain tetapi untuk mendidik atlet Kulon Progo.


Menanggapi keberhasilan Atlet Gulat Kulon Progo yang bertanding di tingkat nasional, Bupati menyampaikan salut, terimakasih dan mengapresiasi perjuangan yang telah dilakukan.

Sebelumnya, Mursanto pelatih dan pembina gulat Kulon Progo melaporkan kepada Bupati bahwa di tingkat nasional, ketiga atlet gulat Kulon Progo baru saja berhasil meraih 3 medali perunggu. Ketiganya atas nama 1).Sri Utami Cabor Gulat kelas 60 Kg gaya bebas putri dan tahun ini masuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tanpa tes melalui jalur prestasi. 2). Metalisa A Cabor Gulat kelas 44 kg gaya bebas pelajar SMP 1 Panjatan. 3).Yogi Adi Saputra Cabor Gulat Kelas 70 gaya bebas dari SMA N 1 Pengasih.

"Dengan keberhasilan ini, kedepannya dapat mengikuti Pra PON, karena DIY mensyaratkan yang masuk 4 besar nasional yang bisa diberangkatkan." kata Mursanto didampingi ketiga atlet gulat.

Feri pelatih dan Pembina Tinju Kulon Progo didampingi Heri Andriyanto petinju yang akan ikut bertanding di Surabaya, menyampaikan perlunya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), Pusat Pelatihan dan Latihan Daerah (PPLD) di bangun di Kulon Progo. Karena jika ingin maju, atlet harus banyak latihan dan bertanding.

"Kami latihan seminggu 3 kali, sementara jika di tingkat nasional latihan sehari 3 kali, dalam 1 minggu hanya libur 1 hari" kata Feri. Meskipun ada keterbatasan tetapi Feri tetap mantab mengabdikan diri di Kulon Progo.

Tidak lupa Feri menyampaikan terimakasih sudah sering didukung Pemda, dan untuk ke Surabaya juga dapat bantuan bis dan sopir dari Disbudparpora.

Bupati menyatakan setuju dengan ide adanya Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), Pusat Pelatihan dan Latihan Daerah (PPLD) karena bisa untuk menginisiasi, dan yang penting digunakan aktivitas latihan oleh atlet. (at.MC)