Swadaya Masyarakat Nanggulan Capai Rp 2,8 Milyar

  • 05 Juni 2014 10:27:19
  • 1349 views

Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Astungkoro mengatakan bahwa semangat kerukunan antar masyarakat perlu ditingkatkan terutama menjelang pemilihan presiden mendatang. Dengan demikian kedamaian di tengah-tengah masyarakat akan terjaga, termasuk kerukunan antar umat beragama. Hal itu diungkapkannya pada saat kunjungan kerja dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kabupaten Kulon Progo, Rabu (04/5) di Balai Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan. Hadir pada acara tersebut jajaran Muspida, beberapa pejabat pemkab dan BUMD, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.

 

Ditambahkannya, gotong royong tumbuh dan berkembang dalam masyarakat sebagai sistem nilai yang melandasi pelaksanaan pembangunan. Dalam kunjungannya, Astungkoro juga menerima berbagai aspirasi dari masyarakat yang ditemuinya siang itu. Selain itu, Astungkoro juga memberi nasehat kepada masyarakat untuk mengembangkan kegiatan yang ada dengan serius, karena akan memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Termasuk pemeliharaan prasarana, jangan sampai terjadi perselisihan di masa mendatang.

Sementara itu, Jazil Ambar Was’an, Camat Nanggulan menjelaskan bahwa Kecamatan Nanggulan sebagai bagian dari sistem pembangunan terus berupaya menjaga nilai-nilai kegotongroyongan ini dengan berbagai cara, antara lain dukungan penuh terhadap BBGRM. Segala upaya motivasi maupun fasilitasi ditempuh untuk membangkitkan swadaya masyarakat dengan mensinergikan seluruh potensi dan kemampuan yang ada.

Rombongan mengunjungi beberapa lokasi kegiatan masyarakat seperti kelompok ternak sapi di Dusun Wiyu yang juga memiliki pengolahan pupuk organik, potensi perikanan dan embrio bank sampah di dusun Pundak I, aksi sosial dan bedah rumah, pelayanan KB, menyaksikan gotong royong pembuatan drainase, bangket jalan, rabat beton, penerangan jalan umum, pembuatan rumah burung hantu dan menyaksikan diskusi sekolah lapang pengendalian hama terpadu di dusun Sadang.

Swadaya masyarakat dalam gotong royong di Nanggulan tahun 2013 hingga April 2014 mencapai Rp 2,8 milyar, dengan swadaya tertinggi dicapai desa Tanjungharjo yaitu lebih dari Rp 900 juta. Tingginya swadaya masyarakat ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Namun begitu, swadaya masyarakat sebenarnya diyakini lebih besar dari jumlah itu karena bantuan dari pemda biasanya mampu menumbuhkan partisipasi masyarakat karena rencana bantuan tersebut berasal dari kebutuhan masyarakat sehingga masyarakat mau melaksanakan dan melestarikan hasil kegotongroyongan mereka.***