Ketua Dekranasda Kunjungi Perajin

  • 24 Maret 2014 13:30:23
  • 1997 views

Ketua Dekranasda Kabupaten Kulon Progo masa bakti Tahun 2014-2017 dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni,Sp.A(K) mengunjungi beberapa perajin di wilayah Kulon Progo, Sabtu (22/3/2014). Kunjungan tersebut dalam rangka pembinaan, pengembangan dan menggali permasalahan yang dihadapi para perajin.

Perajin yang dikunjungi perajin Batik Sembung di Gulurejo Lendah, Perajin Tas di Demangrejo Lendah, dan perajin Sandal di Sentolo.

Kang Girin pemilik Batik Sembung menjelaskan, perjuangannya dalam dunia usaha batik. Setelah 15 tahun menjadi buruh batik di Kota Yogyakarta, tahun 2000 memutuskan untuk pulang kampung. Setelah setahun dirumah, dengan modal Rp. 2,5 juta memulai usaha sebagai perajin batik. Dengan berbagai pameran dan jaringan usahanya berkembang.

Usaha batik juga semakin pesat berkembang setelah Bupati Kulon Progo mencanangkan Batik Geblek Renteng untuk mengangkat batik lokal, keterlibatan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) dalam mempromosikan produk.

Kang Girin menjelaskan produknya tidak hanya dari lokal, tetapi juga pesanan dari luar jawa seperti Kalimantan dan Sumatera, bahkan turis asing sering berkunjung ke Galery dan tempat pembuatan batik.

 

Kunjungan kedua dilanjutkan di Rumah milik Edi Yulianto perajin Tas. Edi menyampaikan usahanya dimulai dari nol, dengan bekerja keras menggeluti kerajinan. Awalnya usaha tersendat-sendat karena keterbatasan sarana dan modal. Setelah ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Kulon Progo dalam hal ini Dinas Perindag ESDM dan Dekranasda, saat ini sudah bisa berproduksi dan mulai mendapatkan pesanan.

Selain membuat tas, edi juga membuat jaket kulit, dompet HP, topi kulit. Harga tas antara Rp. 45 ribu sampai Rp. 150 ribu, sedangkan untuk jaket kulit antara Rp. 1 juta sampai Rp. 1,5 juta.

Kreasi Edi saat ini adalah membuat tas anak sekolah yang ada foto pemiliknya, sehingga setiap tas ada gambar anak tersebut. Sedangkan untuk tas dewasa juga siap membuat tas dengan kombinasi dengan batik geblek renteng.

Edi juga menjelaskan kualitas produknya. Dijelaskan, edi sudah lama mengamati produk-produk dari berbagai daerah dan mengaku menjamin kualitas produk.

"Untuk kualitas kami berani bersaing" katanya.

Ibu Reni (panggiran akrab dr.Dwikisworo Setyowireni,Sp.A(K)) menyampaikan sangat senang dengan hasil produksi, diharapkan semakin dapat meningkatkan kreasi-kreasi agar produk tersebut dapat diterima masyarakat. Dekranasda akan membantu untuk memasarkannya.

Menanggapi pertanyaan Ibu Reni tentang kendala dan permasalahan yang dihadapi saat ini, Edi menyampaikan belum adanya alat untuk obras, dan terbatasnya alat mesin jahit, sehingga untuk pekerjaan obras belum bisa dilakukan sendiri. Penambahan alat jahit juga untuk mempercepat penyelesaian pesanan tas yang jumlahnya banyak.

Edi sangat berterimakasih atas perhatian pemerintah terhadap usahanya, sehingga usahanya dapat berjalan. Masyarakat sekitar di Karangpatihan Demangrejo juga mendapatkan pekerjaan.

"Kami berharap dengan berkembangnya usaha ini dapat mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan meningkatkan pendapatan warga sekitar" harap Edi. (at.MC)