Sat Pol PP Siap Panggil Pemilik Warnet

  • 12 Maret 2014 13:43:43
  • 2431 views

Penertiban penyelenggara warung internet (warnet) kembali dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Kulon Progo, Rabu (12/3). Satpol PP Kulon Progo yang dipimpin langsung Kasat Pol PP. Drs. Duana Heru Supriyanta, M.M menyisir sekitar tujuh warnet di wilayah Kota Wates.
Operasi ini non justisia, kami lakukan rutin untuk penertiban warnet yang mungkin disalahgunakan oleh pengunjung untuk berbuat mesum," jelas Duana.
Selain untuk pencegahan perbuatan mesum seperti yang dijelaskan Duana, kegiatan ini juga untuk memantau pelajar yang bermain di warnet saat jam belajar.
Dari ketujuh warnet yang berhasil dikunjungi didapati beberapa pelajar yang masih berseragam berada di dalam bilik. Berbagai alasan disampaikan pelajar kepada petugas saat ditanyai alasan mereka berkunjung di warnet saat jam belajar sekolah.
Ada beberapa warnet yang didapati belum mematuhi aturan. Tingginya bilik masih diatas ketentuan yang diatur dengan Keputusan Kepala Badan Penanaman Modaldan Perijinan Terpadu (BPMPT) Kulon Progo nomor 1 tahun 2010 yaitu tinggi bilik maksimal 110 cm untuk bilik yang berkursi sedangkan bilik yang lesehan tinggi maksimal 50 cm.
Kepada pengunjung yang berseragam sekolah, petugas mendata dan memberikan teguran. Untuk kemudian akan dilaporkan kesekolah yang bersangkutan. Sementara kepada penyelenggara atau pemilik warnet diminta untuk segera mengurus perijinan dan mentaati peraturan yang berlaku jika masih ada pemilik warnet yang masih kurang jelas dan tidak mentaati akan dipanggil di Kantor Sat Pol PP Kulon Progo.
"Kami tidak melarang pelajar untuk memanfaatkan warnet tapi kami harapkan mereka (pelajar)untuk mentaati jam belajar dan jika memang mendapat tugas dari sekolah, agar membawa surat dari sekolahan,"tutur Duana
Operasi penertiban kali ini Satpol PP Kulon Progo dibantu personel Sat Pol PP dari DIY yang dipimpin Drs. Heri Priyono, Kasi Pengendalian dan Operasional Sat Pol PP DIY.
"Sat Pol PP DIY siap membantu kabupaten atau kota dalam kegiatan operasi penertiban jika Pol PP Kabupaten atau kota kekurangan personel," tutur Heri .
.