dr. Hasto Ajak Warga Tidak Berlomba Pasang APK

  • 09 Maret 2014 09:49:00
  • 1228 views

Dambaan warga Kulon Progo untuk melaksanakan pemilu yang aman serta damai antara lain diejawantahkan melalui spirit tidak berlomba-lomba membuat sampah visual, yaitu berupa alat peraga kampanye (APK). Karena semakin banyak yang memasang APK, maka akan memancing tindakan pengrusakan atau penyerobotan yang berakibat pada timbulnya konflik-konflik yang lain. Demikian disampaikan dr. Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo dihadapan sekitar 1500 peserta Jalan Sehat menyongsong Pemilu 2014 di Alun-Alun Wates, Minggu pagi (9/3).

"Kami harapkan nantinya warga masyarakat untuk bisa menggunakan hak pilihnya dan pada tanggal 9 April nanti marilah kita mengajak warga masyarakat sekitar yang telah mempunyai hak pilihnya untuk memilih wakil rakyatnya dengan cerdas, dan jangan golput, mari kita sukseskan event 5 tahunan ini dengan pemilu yang LUBER dan juga JURDIL dan tentu kita akan bersama-sama menentukan pemimpin-pemimpin masa depan selama 5 tahun ke depan. Pemkab bersama Forkopimda mendukung sepenuhnya," tambah Bupati.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo, Astungkoro, dalam acara yang sama mengajak masyarakat Kulon Progo untuk berbondong-bondong di tempat pemilihan untuk menyampaikan haknya, sehingga pilihan-pilihan ini akan memberikan perubahan terhadap pembangunan di Kulon Progo dan di Indonesia pada umumnya.

"Kami berharap Pemilu berjalan dengan tertib, lancar, tidak ada benturan-benturan yang tidak perlu. Dan jika ada permasalahan bisa diselesaikan secara musyawarah," kata Astungkoro.

Ditambahkannya, Pemkab juga mengupayakan kelancaran pemilu ini antara lain dengan mengadakan pertemuan antara Forkopimda dengan Banwaslu dan KPU setiap hari Selasa dalam rangka menyampaikan rencana-rencana dan persiapan-persiapan yang diperlukan untuk mensukseskan pemilu.

Sementara itu, Ketua KPU Kulon Progo, Muh. Isnaini berharap pemilu yang dilaksanakan kali ini semakin baik dan berkualitas sebagai bagian dari proses penguatan dan pendalaman demokrasi. Pemilu berkualitas merupakan cermin proses demokratisasi yang semakin baik dan terkelola, agar tercipta kompetisi yang sehat, partisipatif dan mempunyai derajat keterwakilan yang lebih tinggi, serta mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

"Maka mau tidak mau penyelenggaraan pemilu harus semakin berkualitas dari waktu ke waktu," tandasnya.

Isnaini juga mengajak kepada masyarakat untuk menjaga pemilu yang dilaksanakan bisa berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia dan adil serta bermartabat.

Acara jalan sehat ini melibatkan 1500 peserta dan dilakuakn serempak di seluruh kabupaten/kota se Indonesia, yang diharapkan mampu menambah semangat mewujudkan pemilu yang luber-jurdil sebagai proses demokratisasi.***