Layanan BPJS Harus Dipermudah

  • 07 Maret 2014 15:04:12
  • 1467 views

Masyarakat Kulon Progo saat ini tidak perlu khawatir tidak dijamin dalam BPJS, karena Pemkab Kulon Progo menganggarkan dana untuk Jamkesda. Masyarakat cukup membawa KTP atau Kartu Keluarga ketika memeriksakan ke puskesmas atau ke rumah sakit. Demikian disampaikan dr. Hasto Wardoyo di hadapan jamaah masjid Amalia, Kalidengen, Temon Kulon Progo (7/3), saat safari Jumat.

"Namun jangan lupa, ketika mendaftar mengatakan `pakai jamkesda`, supaya petugas pendaftaran bisa memasukkannya ke BPJS," tambahnya.

Masyarakat juga diminta memahami, bahwa selain membawa KTP/Kartu Keluarga harus meminta rujukan dari Puskesmas, kecuali kondisi darurat boleh langsung ke rumah sakit.

Oleh karena itu, supaya mempermudah proses, bayi yang baru lahir segera dimasukkan ke dalam kartu keluarga, tidak perlu menunggu terlalu lama. Bupati juga meminta agar pelayanan rumah sakit tidak mempersulit masyarakat yang ingin memanfaatkan BPJS atau Jamkesda. Bupati menekankan bahwa jika memang bisa mudah tidak perlu dipersulit. Masyarakat dipersilahkan memanfaatkan sebaik-baiknya layanan jaminan kesehatan ini, jika memang tidak memiliki jaminan kesehatan, dipersilahkan mendaftar BPJS.

Jika memang tidak dilayani dengan baik, masyarakat boleh mengadukan pelayanan BPJS ini ke Badan Pelaksana BPJS yang terletak di samping Dinas Kesehatan (Dinkes Unit II, dekat RSUD Wates-Red.). Atau jika menghendaki, masyarakat juga boleh datang ke Rumah Dinas Bupati pada hari Kamis pagi, dimana secara rutin tiap hari Kamis pagi diadakan penyerapan aspirasi masyarakat.

Selain mengenai jaminan kesehatan, dr. Hasto juga mengajak kepada seluruh masyarakat Temon untuk menggiatkan gotong royong, tidak hanya membangun jalan, bisa juga gotong royong untuk saluran air yang mengairi sawah, atau hal lain yang meningkatkan produktifitas masyarakat. Apalagi terbukti bahwa hasil gotong royong tidak kalah kualitasnya dibanding pekerjaan yang dilakukan oleh pemborong.

Menjelang pemilihan umum, Bupati juga mengajak masyarakat supaya tidak perlu gontok-gontokan, karena perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah. Juga tidak perlu berlomba-lomba memasang gambar APK, lebih baik uang yang digunakan untuk memproduksi APK digunakan untuk membantu masyarakat, karena bisa jadi amal jariyah yang lebih bermanfaat, baik terpilih ataupun tidak terpilih dalam pemilu.

Dalam safari Jumat kali ini diserahkan bantuan pembangunan masjid Amalia Kalidengen dan Syamah Syahin al Jarous Giripeni, bantuan biaya pengobatan, pembangunan Pondok Pesantren, dan bantuan babon ayam kepada masyarakat sekitar masjid. Total dana yang ditasyarufkan Rp 10 juta. Namun bantuan tersebut ditambah oleh dr. Agus, Ketua Yayasan Amalia karena tergerak hatinya ingin memberi bantuan kepada masyarakat. Bantuan dari dr. Agus ini diserahkan melalui Bupati Kulon Progo, dr. Hasto secara langsung di masjid Amalia kepada keenam terbantu saat itu, yaitu Masjid Amalia, Masjid Syamah Al Jahin, Ponpes Roudhotul Banin, Difaura Caesaryanni (warga Gotakan, Panjatan), Mujiyanto (warga Kulwaru, Wates), dan anak yatim piatu.

 

Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati, Drs. H. Sutedjo, Camat Temon, Kapolsek, Danramil, Ketua BAZDA, dan beberapa SKPD.***