Perlancar Pemilu Pemkab Gelar Coffee Morning Tiap Selasa

  • 04 Maret 2014 13:53:50
  • 1541 views

Dalam rangka memperlancar Pemilu 2014 yang akan dilaksanakan 9 April mendatang, Pemkab Kulon Progo, Forkorpimda, dan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kulon Progo mengagendakan coffee morning tiap Selasa. Coffee morning ini dirasa perlu sebagai sarana koordinasi dan silaturahmi antar stake holder kabupaten, sehingga setiap hambatan bisa diatasi bersama-sama dengan cara yang terbaik. Kegiatan ini juga rutin dilakukan dalam pemilu yang lalu. Untuk pemilu 2014 ini, coffee morning dilaksanakan pertama kali pada Selasa (4/3) di Rumah Dinas Bupati dengan menghadirkan Bupati, Wakil Bupati, Forkorpimda, KPUD, Panwaslu, dan SKPD terkait. Acara yang dipandu oleh Sekretaris Daerah Kulon Progo, Ir .RM.Astungkoro,M.Hum ini tidak bertujuan mengambil keputusan apapun karena ini adalah media komunikasi untuk sharing sambil mengembalikan pada tugas dan fungsinya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo mengutarakan kesepakatan dengan peserta pemilu untuk membatasi sampah visual dan menindak tegas apabila ada Alat Peraga Kampanye (APK) yang melanggar aturan. Hal ini merupakan pengejawantahan spirit masyarakat Kulon Progo untuk tidak berlomba-lomba membuat sampah visual. Karena semakin banyak yang memasang APK bisa jadi semakin banyak yang menyerobot (merusak). Kampanye yang akan dilakukan adalah dengan menciptakan suasana yang tenang supaya bisa mengurangi ketegangan.

"Saya bersama Pak Ponimin (anggota DPRD) mengajak untuk membuat statement di media untuk bersama-sama meminimalisir pemasangan alat peraga dengan dipasang setertib-tertibnya agar tidak boros dan tidak mengeluarkan banyak dana," kata dr. Hasto.

Sementara terkait rekruitmen KPPS, Panwaslu Kulon Progo, Pujarasa Satuhu menjelaskan KPUD perlu masukkan, karena hal ini bisa menjadi celah yang disorot bagi peserta yang kecewa dengan hasil pemilu.

"KPU harus sangat berhati-hati dalam rekruitmen KPPS ini, misalnya persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh anggota KPPS seperti surat keterangan sehat. Termasuk memberikan salinan form C-1 dalam pemungutan suara  kepada para saksi, karena ini sebagai kontrol perolehan suara yang paling bawah," katanya.

Pujarasa juga menjelaskan bolehnya keterlibatan kepala daerah dalam kampanye, namun harus cuti di luar tanggungan negara atau dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu. Hal ini dipandang karena kepala daerah  mempunyai hak itu sebagai kader parpol. Namun yang perlu diperhatikan adalah kepala daerah tidak diperbolehkan secara aktif  dan masif terlibat dalam pelaksanaan kampanye dan juga tidak mengikutsertakan atau menggunakan fasilitas negara.

Menurut Muh. Isnaini, Ketua KPUD Kulon Progo, hingga 18 Januari 2014 data pemilih yang terdaftar dalam DPT adalah 334.270 jiwa. Sedang jumlah kursi yang diperebutkan di Daerah Pemilihan Kulon Progo adalah 40. Caleg yang sudah mendaftar sebanyak 406 orang tetapi berkurang 4 caleg karena meninggal, jadi kades, dan mengundurkan diri sehingga menjadi 402 orang. Ke-402 orang ini akan berebut kursi di 5 dapil di Kulon Progo.

Ditambahkannya, dalam kampanye, prinsip yang ditekankan adalah efisien, ramah lingkungan, non diskriminasi, akuntabel dan tanpa kekerasan. Dengan masa kampanye 3 hari sejak parpol dan perseorangan ditetapkan sebagai peserta pemilu (17 Januari 2013) selama 21 hari dan berakhir sampai dimulainya masa tenang. Saat ini alat perlengkapan TPS sudah siap, kotak dan bilik suara sudah disiapkan 3948 buah, surat suara sebanyak 341.691 lembar, namun yang belum ada adalah segel dan formulir. Proses sortir dan pelipatan mulai tanggal 1 Maret dan diperkirakan selesai 19 Maret 2014. Sementara setting kotak suara dilakukan dari tanggal 20-30 Maret 2014, dan didistribusikan mulai tanggal 7 April untuk daerah perbukitan dan 8 april 2014 untuk dataran.

 

Dalam kesempatan tersebut, Isnaini meminta supaya surat keterangan sehat sebagai salah satu persyaratan bisa difasilitasi Pemda sehingga bisa dilakukan secara kolektif dan dipermudah.***