Pengajian Ahad Pagi Ikut Gotong Royong Bedah Rumah

  • 02 Maret 2014 13:19:46
  • 1463 views

Pemkab Kulon Progo sudah berusaha untuk mengurangi angka kemiskinan di Kulon Progo, paling tidak dengan memperjuangkan supaya rumah-rumah yang tidak layak huni ini bisa segera terkurangi. Selain itu, Pemkab juga mendorong kepada berbagai pihak untuk memberi bantuan bagi saudara-saudaranya yang kekurangan melalui berbagai cara, misalnya dalam bedah rumah. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. Sutedjo saat menghadiri gotong royong bedah rumah di Dusun Klampis, Nanggulan, Kulon Progo, Minggu (2/3).

Salah satu pihak yang memberikan bantuan saat itu adalah Panitia Pengajian Ahad Pagi yang rutin diadakan di Gedung Kaca Kabupaten Kulon Progo. Pengajian ini memiliki jamaah yang sangat banyak dan setelah mengetahui ada program bedah rumah di Kulon Progo, mereka tersentuh dan ikut mendukung spirit yang digelorakan untuk peduli terhadap saudara-saudaranya yang masih kekurangan. Bantuan dari Panitia Pengajian Ahad Pagi (PPAP) diserahkan oleh Asnawi, sebesar Rp 10 juta kepada Jumino, terbantu bedah rumah warga Klampis, Tanjungharjo, Nanggulan. Bantuan kepada Jumino juga berasal dari masyarakat dan saudara-saudaranya yang mencapai lebih dari Rp 30 juta, semangat saiyeg saeka kapti atau gotong royong warga ini juga mendorong SKPD yang ikut saat itu untuk membantu, yaitu dari Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu dan Dinas Pekerjaan Umum. Bantuan tersebut masih ditambah dari Badan Amil Zakat Kecamatan (BAZCAM).

Meski dibantu, Jumino juga tetap berusaha untuk membantu dirinya sendiri dengan menabung material sejak 8 tahun lalu. Bahkan IMB sudah diurusnya sejak tahun 2001, dan sudah lama terbit. Lamanya proses menabung material ini disebabkan dirinya dulu sakit-sakitan sehingga tidak mampu segera membangun rumah, namun sejak 3 bulan belakangan kondisinya sudah membaik.

Pemda Kulon Progo selalu mengajak masyarakat untuk berjuang mengurangi angka kemiskinan dengan berbagai cara, termasuk melalui bedah rumah seperti yang dilakukan saat itu.

"Untuk itu kepada bapak camat, kepala desa, dan pak dukuh saya minta bersama-sama Pemkab memiliki komitmen untuk setiap tahun menurunkan angka kemiskinan sekurang-kurangnya 2 persen," ajak Wabup.

Wabup menambahkan, caranya adalah melalui mengupayakan masyarakat yang masih miskin kemudian dibantu untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan cara yang tepat. Wabup juga menekankan agar setiap jajaran pemerintahan memiliki spirit untuk menurunkan angka kemiskinan. Diakuinya, bedah rumah memang tidak menyelesaikan masalah kemiskinan, namun program ini bisa mengurangi, karena dari 16 indikator untuk menetapkan sebuah keluarga menjadi miskin, 5 diantaranya menyangkut soal rumah. Paling tidak, jika rumahnya sudah sehat, bisa diharapkan sebuah keluarga berubah dari miskin menjadi tidak miskin, atau paling tidak hampir miskin.

Setelah menyerahkan bantuan kepada Jumino, rombongan kemudian bergerak ke Samigaluh, tepatnya di dusun Tukharjo, Purwoharjo, Samigaluh, yaitu di rumah Paridi. Bantuan untuk rumah bapak Paridi diberikan dari BAZDA, BPMPT, DPU, dan Bazcam.

Di hadapan masyarakat kedua tempat tersebut, Wabup juga memberikan informasi berbagai bantuan untuk daerah tersebut di tahun 2014 ini. Dijelaskannya Pemda sudah berusaha sekeras mungkin sesuai kemampuan yang ada untuk memberi spirit dan semangat kepada warga untuk melakukan aktifitas, baik pertanian, peternakan dan sebagainya. Namun bantuan-bantuan tersebut memang belum merata untuk seluruh kelompok karena kemampuan finansial Pemkab yang sangat terbatas.***