Bupati Kulon Progo Resmikan Waduk Mini

  • 28 Februari 2014 16:34:16
  • 4549 views

Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo memberikan apresiasi yang besar kepada Yayasan Obor Tani, karena telah memprakarsai dibangunnya waduk mini Banjaroya, di Desa Banjaroya, Kalibawang. Menurut Bupati, apresiasi tersebut didasarkan pada besarnya manfaat yang akan diperoleh oleh para petani durian dari embung penadah air hujan tersebut. Ditambahkannya, waduk mini atau embung ini diharapkan dapat mendukung berkembangnya industri manufaktur berbasis agro, sehingga masyarakat dapat menguasai industri dari hulu hingga hilir.

“Jika petani bisa menguasai industri dari hulu hingga hilir, maka dapat menyembuhkan kemiskinan yang diderita masyarakat sejak lama. Dari dulu hingga sekarang petani hanya menguasai industri pertanian di hulu saja, sehingga tidak heran jika kurang sejahtera,” kata Bupati dalam acara peresmian Waduk Mini Banjaroya (28/2).

Bupati juga berharap selain agro industri durian, waduk ini bisa bermanfaat mengembangkan agrowisata bagi masyarakat sekitar, sehingga bisa memberi multiplier effect yang lebih besar daripada sekedar penghasil durian.

Hal tersebut juga menjadi harapan bagi Nursatyo Argo, Corporate Secretary PT Pertamina, selaku penyumbang dana melalui CSR. Alasannya, dengan agrowisata bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitarnya. Menurut Nursatyo, dipilihnya wilayah Banjaroya sebagai sasaran CSR ini karena diharapkan waduk dapat dioptimalkan untuk mengembangkan potensi daerah Kulon Progo, yaitu durian Menoreh Kuning.

“Untuk para petani, saya berharap agar pohon durian yang ditanam bisa dirawat dan juga disayang, sehingga bisa memberi hasil yang berkualitas tinggi. Dengan demikian wisatawan yang datang ke sini mendapat kesan yang baik dari produk khas Kulon Progo,” kata Nursatyo.

Sementara itu, Bambang Tri Harsono, Kepala Dinas Kehutanan dan Peranian Kulon Progo menjelaskan, waduk ini sebenarnya bisa melayani sekitar 20 hektar lahan jika terisi air penuh, yaitu sekitar 10 ribu meter kubik, atau bisa mengairi 3000 tanaman. Kedepan Bambang berharap bisa menerapkan hal serupa untuk daerah yang memiliki potensi buah manggis, sebagai buah khas Kulon Progo.

Pengurus Yayasan Obor Tani Indonesia, selaku pemrakarsa pembangunan waduk, Gatot Adjisoetopo, berharap agar waduk ini bisa menopang kemandirian pangan dan juga kedaulatan pangan. Apalagi impor buah Indonesia mencapai Rp 12 trilyun, kenyataan ini membuat Gatot dan rekan-rekannya berpikir keras bagaimana buah lokal Indonesia bisa berkembang dan memberdayakan petani. Hingga tercetuslah ide membuat embung di dataran tinggi yang bisa menampung air hujan dan di musim kering bisa dimanfaatkan untuk mengairi areal perkebunan buah.