Pelatihan Penilaian Kerusakan, Kerugian dan Kebutuhan Korban Bencana di BPBD

  • 25 Februari 2014 15:18:57
  • 1549 views

Pasca terjadinya bencana perlu penanganan yang bersifat segera, penanganan tersebut antara laian penghitungan kebutuhan korban bencana, kerusakan dan kerugian yang timbul dari suatu bencana. Hal ini penting guna mengurangi resiko bencana yaitu meminimalisir jumlah korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan serta mempercepat daya lenting dan pemulihan.

Agar masyarakat dapat cepat tanggap sesuai dengan yang diharapkan, maka BPBD Kulon Progo dan BPBD DIY bekerja sama dengan UGM dan UNDP pada tanggal 25 dan 26 Februari menyelenggarakan Pelatihan Penilaian Kerusakan, Kerugian dan Kebutuhan Korban Bencana kepada segenap SKPD, Kecamatan dan Desa. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Untung Waluya idealnya semua desa mendapat pelatihan ini, namun untuk sementara saat ini baru beberapa desa yang dapat diikut sertakan.

"Ya idealnya semua desa kita beri pelatihan ini, namun karena keterbatasan kita maka baru beberapa desa yang baru bisa kita undang, terutama desa yang rawan bencana." jelas Untung.

Pelatihan serupa beberapa waktu yang lalu juga sudah dilaksanakan untuk guru-guru di Kulon Progo. Pelatihan kepada guru bertujuan agar para pendidik tidak panik ketika terjadi bencana ketika kegiatan belajar mengajar di sekolah berlangsung. "Jika gurunya panik atau bahkan lari kasihan anak-anak, maka guru harus bisa menenangkan siswanya agar dapat melakukan evakuasi secara tertib dan aman." ujar Untung.

BPBD Kulon Progo selama menangani abu vulkanik gunung Kelud kemarin telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membagikan 36 ribu masker kepada masyarakat. Juga telah membersihkan tempat-tempat strategis dengan menggelontorkan air sebanyak 225 tangki. Di 12 Kecamatan BPBD juga memberikan bantuan pompa air, angkong dan masker serta 7 ribu kantong untuk menampung abu vulkanik yang kemudian dikelola di TPA Banyuroto.