IPM Kulon Progo Diatas Rata-rata DIY.

  • 25 Februari 2014 08:59:25
  • 2184 views

Tim Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) laksanakan Common Sense Survey terhadap laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kabupaten Kulon Progo tahun 2012. Rombongan Tim Nasional diterima oleh
Wakil Bupati Kulon Progo Drs.Sutedjo, bertempat di Gedung Kaca, Senin (24/2), dilanjutkan survey lapangan.

Ketua Tim Nasional EPPD Sukoco, menyampaikan Common Sense Survey dilakukan Tim Nasional EPPD dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang obyektif dan akuntabel dalam penilaian total Indeks Prestasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Tim Nasional EPPD terdiri atas anggota sekretariat Tim Nasional EPPD yang terdiri dari unsur kementerian atau lembaga terkait yaitu Ditjen Otda Kemendagri, Itjen Kemendagri, Kemenpan dan RB, Kementrian PPN/ Bappenas, Kemenkeu, BPKP, BPS, LAN, BKN, Setkab yang terbagi ke dalam beberapa tim dengan kunjungan ke beberapa daerah, salah satunya ke Kabupaten Kulon Progo.

Dihadapan tim, Wabup mempresentasikan/ memaparkan prestasi kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo meliputi IKM, Good Governance, Pelayanan dasar, daya saing daerah, capaian kinerja pengambil kebijakan dan urusan pemerintahan daerah sebagaimana yang tercantum pada LPPD tahun 2012 serta beberapa inovasi yang dilaksanakan Pemkab Kulon Progo.

Drs.Sutedjo menyampaikan, kondisi makro ekonomi relatif baik, ditandai dengan peningkatan nilai PDRB atas dasar Harga Konstan Tahun 2010 dari sebesar Rp. 1.869.338.000.000,- pada tahun 2011 menjadi Rp.1.963.078.000.000,- pada tahun 2012. Laju pertumbuhan ekonomi dari 4,95% pada tahun 2011 meningkat menjadi 5,01% pada tahun 2012. angka ini merupakan pertumbuhan tertinggi yang pernah dicapai 5 (lima) tahun terakhir.

Akselerasi paertumbuhan ekonomi juga diikuti dengan perbaikan kondisi pendapatan masyarakat yang digambarkan dengan peningkatan PDRB perkapita pertahun sebesar 7,68% dari sebesar Rp. 9.910.472,- pada tahun 2011 menjadi Rp. 10.671.987,- pada tahun 2012.

Perbaikan kondisi ekonomi tersebut juga dipengaruhi kumulatif inflasi di Kabupaten Kulon Progo sampai akhir tahun 2012 masuk dalam kategori rendah (dibawah dua digit) yaitu sebesar 3,39 persen, lebih rendah dibanding laju inflasi Kota Yogyakarta sebesar 4,61 persen dan Nasional 4,30 persen.

Jumlah penduduk miskin Kabupaten Kulon Progo berdasarkan data dari BPS tahun 2011 sebesar 23,62% turun menjadi 23,32% tahun 2012. Kondisi tersebut belum sesuai harapan, namun demikian Pemkab Kulon Progo akan selalu mengedepankan alokasi pembangunan yang pro poor, pro job dan pro growth dengan sasaran yang jelas bagi masyarakat miskin yang tercantum dalam album kemiskinan.

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia Kabupaten Kulon Progo yang diukur dari kondisi pembangunan bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi selalu meningkat, yang ditunjukkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang selalu mengalami peningkatan dalam 5 (lima) tahun terakhir. Pada tahun 2011 IPM Kabupaten Kulon Progo sebesar 75,04 menjadi 75,33 pada tahun 2012. Angka harapan Hidup Kabupaten Kulon Progo Sebesar 74,48 tahun 2011 meningkat menjadi 74,58 tahun 2012.

"Angka ini lebih tinggi dari rata-rata DIY sebesar 73,32" kata Drs.Sutedjo. (at.MC)