Siap-Siap UU Baru, Perangkat Desa Harus Cermat

  • 28 Januari 2014 16:54:35
  • 1810 views

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. Sutedjo melantik dan mengambil Sumpah Jabatan Kepala Desa Pleret, Panjatan bertempat di Balai Desa Pleret, Selasa (28/01). Kepala Desa yang dilantik tersebut adalah R. Widayaka,  dilantik setelah memenangkan pilkades beberapa waktu lalu untuk masa jabatan tahun 2014 – 2020. Hadir dalam pelantikan tersebut, jajaran Muspika, SKPD, beberapa kepala desa tetangga, tokoh tokoh masyarakat, serta unsur kepolisian/TNI.

Dalam kesempatan itu Wabup sedikit menjelaskan tentang  adanya rancangan undang-undang yang baru mengenai desa dan juga pemberian dana APBN yang bisa bernilai lebih dari Rp 1 milyar. Terhadap dana ini, Sutedjo mempersilahkan untuk menyambut gembira karena desa bisa membiayai berbagai kegiatan, namun tetap berharap agar Kades, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bisa cermat dalam mengelola dana itu.

"Meskipun untuk dapat diterapkan, RUU baru itu masih membutuhkan proses panjang, kami berharap agar desa bersiap-siap, kami tidak ingin karena uang itu banyak perangkat desa yang masuk penjara terkait kasus korupsi. Sehingga untuk amannya taati saja segala peraturan yang ada," pesan Wabup.

Kepada kepala desa yang baru, Wabup berharap agar mampu melaksanakan 3 hal, yaitu momong, momor, dan momot. Momong artinya kades harus bisa membina dan membimbing masyarakat dan menerima segala konsekuensi dari pembinaan dan pembimbingan itu, momor artinya menyatu dengan yang dimomong, atau berkumpul/membaur dengan masyarakat sehingga memahami kondisi masyarakat sebenarnya, dan momot, yaitu mengakomodir aspirasi setiap masyarakat selama tidak bertentangan dengan peraturan.

Menurut Sutedjo,  3 hal ini sinkron dengan ajaran Ki Hajar Dewantoro, yaitu ing ngarso sung tulodo (di depan memberi teladan), ing madyo mangun karso (di tengah-tengah masyarakat memberi dan membangkitkan semangat), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan dan motivasi kepada masyarakat). Selain itu, sebagai pimpinan desa, kades juga harus cermat dalam bertindak, tindakannya sesuai dengan statusnya (kades) dan mampu menjaga tinggi amanah yang diemban.

 

Sementara itu, Widayaka saat diwawancarai terpisah menjelaskan bahwa dirinya bertekat menurunkan angka kemiskinan yang ada di Desa Pleret, hal ini sesuai dengan program yang dicanangkan di Kulon Progo. Selain itu, dirinya bertekat akan meningkatkan perhatian terhadap lansia dengan meningkatkan anggaran untuk kegiatannya, dan bagi pemuda dirinya akan selalu mendorong kegiatannya, antara lain adalah memperbaiki sarana olah raga berupa lapangan.***