Government Communication

  • 28 Januari 2014 08:06:47
  • 2215 views

Komunikasi merupakan media pembangunan dimana setiap proses komunikasi pembangunan baik top down maupun bottom up membutuhkan tahap komunikasi yang harus dilakukan seluruh stake holder pembangunan. Komunikasi pembangunan merupakan sarana untuk menjembatani maksud dan tujuan pembangunan kepada masyarakat, termasuk proses pencapaiannya. Perkembangan teknik dan metode komunikasi di dunia ini turut serta menentukan perubahan pola pikir dan pola kerja masyarakat tidak terkecuali kerja-kerja dalam dunia birokrasi atau pemerintahan. Selayaknya para pimpinan suatu organisasi mengadaptasi dari dinamika perkembangan teknik dan metode komunikasi tersebut guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan. Dengan semakin mudah dan canggihnya sarana komunikasi yang digunakan, maka akan semakin mudah terbentuk suatu kehidupan masyarakat sebagai hasil dari interaksi dan komunikasi antar individual. Seperti yang dikemukakan oleh George Herbert Mead dalam Teori Interaksionisme Simbolik yang beranggapan bahwa kehidupan bermasyarakat terbentuk lewat proses interaksi dan komunikasi antar individual dan antar kelompok dengan menggunakan simbol - simbol yang dipahami maknanya melalui proses belajar

Membangun komunikasi intern maupun ekstern dalam pemerintahan adalah penting, karena keberhasilan pembangunan terletak pada kesamaan pemahaman visi dan misi pembangunan oleh semua pemangku kepentingannya. Seringkali kita mendengar kesalahpahaman dalam suatu proses komunikasi dan berakhir pada kekacauan sosial, maka selayaknya dalam proses pembangunan perlu adanya komunikasi yang baik dan bekualitas secara intern maupun ekstern. Komunikasi secara intern dilakukan dari pimpinan suatu birokrasi kepada stafnya dan juga antara sesama aparat penyelenggara pemerintahan. Proses komunikasi yang tidak benar atau dilakukan dengan asal-asalan sehingga mengakibatkan kesalahpahaman akan menghasilkan konflik dalam masyarakat. Tidak jarang berbagai kerusuhan sosial berawal dari salah paham antar pemangku kepentingan dalam melakukan proses komunikasi sehingga menyebabkan konflik kepentingan (conflict of interest) baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun antar masyarakat sendiri. Maka proses untuk membangun komunikasi intern dalam organisasi pemerintah dalam rangka menyamakan persepsi mutlak diperlukan dengan seksama. Membangun dan menjaga komunikasi juga wajib dilakukan antara pemerintah dengan masyarakat untuk melancarkan kegiatan pembangunan dari mulai perencanaan, kegiatan pembangunan sampai tahap capaian hasil pembangunan yang dapat diakses oleh warga masyarakat tanpa kecuali.

Komunikasi sebagai wadah distribusi informasi pembangunan yang dilakukan pemerintah memegang peran yang vital untuk membantu dan melayani masyarakat dalam mengakses tahapan dan produk dari pembangunan yang dilakukan bersama antara pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Kesalahan terhadap proses komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan masyarakat maupun dengan pemangku kepentingan yang lain dapat menyebabkan terhambatnya kegiatan pembangunan karena belum samanya persepsi yang terbangun dalam mewujudkan misi dan visi pembangunan.

Komunikasi menjadi salah satu prinsip good governance karena dari adanya proses komunikasi tersebut memunculkan transparansi agenda pembangunan. Salah satu syarat pemerintahan yang baik yakni dengan terjalinnya proses komunikasi yang baik antara pemangku kepentingan baik masyarakat, korporasi maupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pembangunan bangsa. Masyarakat, korporasi maupun pihak lain dapat juga berperan menyampaikan pendapat dan gagasan-gagasannya melalui proses komunikasi yang berjalan dua arah dengan pemerintah selaku penanggung jawab. Sehingga dari proses saling tukar informasi dan pendapat itu diharapkan menghasilkan metode terbaik dalam melakukan pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat pada umumnya. Bukan hanya prinsip komunikasi yang menjamin transparansi program-program pembangunan saja namun seharusnya pemerintah juga membuka pintu untuk proses komunikasi yang berlangsung dua arah supaya terjadi perpaduan ide-ide terbaik baik yang muncul dari pemerintah maupun berasal dari masyarakat. Proses komunikasi dua arah ini memungkinkan untuk saling kontrol terhadap segala kebijakan pemerintah ketika akan keluar menyimpang dari peraturan yang telah ditentukan.

Membangun pola kerja  melalui kelancaran komunikasi : sebuah ide untuk membangun sebuah daerah dapat berawal dari sebuah proses komunikasi yang lancar dan baik antar pemangku kepentingan, terlebih lagi sesama aparat pemerintah. Dengan proses komunikasi yang berjalan baik dalam dunia aparatur pemerintah maka akan terjadi sinergi yang luar biasa dalam pembangunan di semua sektor perikehidupan. Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan untuk dapat saling melengkapi karena masing-masing mempunyai keterbatasan. Maka proses untuk melengkapi itulah akan terjadi dengan adanya kegiatan komunikasi satu orang dengan yang lainnya.  Pimpinan dalam suatu dunia birokrasi berfungsi sebagai pengambil keputusan atau kebijakan sudah seharusnya melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama dengan anak buah yang membantunya. Bukan hanya dalam  urusan teknis pekerjaan tetapi juga perlu bahkan wajib memotivasi kinerja bawahannya dalam rangka meningkatkan capaian kinerjanya dan berujung pada pencapaian tujuan organisasi dalam hal ini pemerintah. Adakalanya seorang pemimpin suatu organisasi birokrasi turun langsung memantau pekerjaan bawahannya akan memberikan efek kejut yang luar biasa guna meningkatkan produktifitas dan kinerja stafnya tersebut. Disamping itu pula banyak hal bisa didapat dari pimpinan tersebut yakni motivasi dan penyemangat kerja bawahannya. Saat ini mode-mode komunikasi pimpinan dan bawahan cenderung mengalami keterbukaan dan hal tersebut bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dan berkaitan dengan apa saja. Tentunya kenyamanan dan hak-hak privasi tidak diabaikan maka hal itu justru akan memperlancar proses pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Berbagai cara dalam melakukan komunikasi intern dengan rekan kerja agar berlangsung dengan efektif dan efisien. Salah satu cara yang efektif dalam berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat, ide, dan gagasan adalah dengan bertatap langsung dengan pihak yang akan disasar supaya menerima dan memahami informasi yang akan disampaikan. Komunikasi dengan rekan kerja selaku aparat pemerintah mutlak diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melakukan perkerjaan sehari-hari. Kegiatan tersebut juga diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan yang terbaik dan telah ditentukan.

Komunikasi dengan masyarakat sebagai pelanggan utama pembangunan : masyarakat sebagai pelanggan utama dari pelayanan pemerintah dengan metode birokrasi berhak memperoleh informasi dan melakukan komunikasi dengan aparat pemerintah. Informasi berupa tahapan pembangunan baik perencanaan, proses yang berlangsung maupun produk dari pembangunan seharusnya selalu bersifat transparan dan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat. Proses transparansi melalui media komunikasi tersebut merupakan salah satu prinsip Good Governance (tata kelola pemerintahan yang baik).

Komunikasi dengan korporasi sebagai rekan kerja pemerintah dalam pembangunan : sebagai pemangku kepentingan yang turut serta berperan dalam proses pembangunan, selayaknya dunia usaha atau korporasi. Program trilateral antara pemerintah, korporasi dan masyarakat dalam upaya pembangunan nasional sudah sering terdengar, tentunya kegiatan tersebut membutuhkan pola komunikasi yang terjalin baik sehingga masing-masing pihak dapat berperan sesuai fungsi dan kedudukannya. Diantara ketiganya juga terdapat pola hubungan yang saling membutuhkan satu sama lain dan mempunyai kepentingan masing-masing sehingga sinergi dalam bentuk verbal/komunikasi dapat mencegah pertentangan kepentingan mereka.

Sebagai bagian terakhir dari tulisan berikut sebuah pepatah bijak berkata “tulislah apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis“. Sisi lain dari makna ungkapan di atas yakni bahwa sebuah tulisan bermakna informasi yang mengandung pendapat, ide, gagasan untuk disampaikan terhadap orang lain perihal apa yang telah kita kerjakan maupun rencana-rencana apa saja yang akan kita kerjakan. Tulisan yang terbit dalam bentuk apapun artikel, jurnal, surat kabar, buku dan lain-lainnya merupakan media penyampai informasi dan alat komunikasi dalam menyampaikan pendapat, ide maupun gagasan dari satu pihak kepada pihak yang lain dengan maksud dan tujuan tertentu. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila mulai saat ini kita lebih sering menulis sebagai sebuah kebiasaan yang baik (good habit) dan hasil dari pendapat kita dapat dipahami oleh semua orang.

Aparatur pemerintah pun dapat memulai kebiasan mengkomunikasikan pekerjaannya dalam melayani masyarakat melalui suatu media berupa tulisan, sehingga dari tulisan tersebut akan muncul berbagai tesis dan antithesis dalam rangka menemukan formula yang tepat untuk proses pembangunan berkelanjutan di tengah-tengah masyarakat.

Harapannya setiap warga negara mempunyai peran dan beraprtisipasi dalam segala bentuk pembangunandi negara ini melalui berbagai media sehingga apa yang dikehendaki masyarakat dapat tersampaikan kepada pemerintah. Dan akhirnya pemerintah dapat melayani permintaan/aspirasi masyarakat dengan tepat dan akurat sebagai buah dari proses komunikasi yang terjalin baik.