Prof.Byron Good Dukung Kulon Progo Bebas Pasung 2014

  • 24 Januari 2014 13:48:13
  • 3349 views

Byron Good profesor dari Harvard University ikut membantu mensukseskan program Kulon Progo Bebas Pasung 2014 yang dicanangkan Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Dalam program tersebut, Pemkab Kulon Progo bekerjasama dengan RS Grhasia dan Havard University melaksanakan penanganan terhadap penderita gangguan jiwa. Langkah yang dilakukan saat ini adalah dengan penjemputan penderita dibawa ke RS Grhasia untuk dilakukan pengobatan.

Prof.Byron menyampaikan penanganan penderita gangguan jiwa kadang memerlukan waktu yang lama dan memerlukan dukungan pemerintah dan semua pihak untuk menyembuhkannya. Pemerintah harus melakukan kunjungan pemantauan terhadap pasien gangguan jiwa.

Hal senada disampaikan Bupati Kulon Progo bahwa Kulon Progo dan Kepala Dinas Kesehatan bahwa Kulon Progo bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Harvard University, RS Grhasia, Kemenkes RI, IDI Kulon Progo, Universitas Mercubuana, sedang mengembangkan program penanganan pasien gangguan jiwa akan mendapat layanan dan kunjungan petugas puskesmas, sedang untuk obat akan dibantu RS Grhasia.

Saat ini akan dikembangkan untuk pemakaian obat yang diberikan dengan suntikan dan dapat digunakan untuk jangka waktu satu bulan. Sebelumnya, pengobatan pasien dengan obat yang diminum setiap hari atau 3 hari sekali, jika obat tidak diminum secara tertib maka akan dapat kambuh lagi, maka diganti minum ohat yang "long time" , 1 obat untuk 1 bulan.

Pada kempatan tersebut Bupati berterima kasih kepada RS. Grhasia dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang telah memberikan perhatian pada kasus jiwa, ini terbukti dengan tingginya kunjungan kasus jiwa.

 

Pada kesempatan tersebut Bupati juga berharap kedepannya tidak ada lagi penderita jiwa yang dipasung. Apabila penderita jiwa menunjukkan gejala-gejala kekambuhan maka keluarga agar segera membawa penderita ke fasilitas pelayanan terdekat untuk mendapatkan penanganan. Keterlambatan penanganan akan berakibat tidak baik bagi penderita, keluarga maupun masyarakat sekitarnya.Setelah mendapatkan perawatan di RS Grhasia diharapkan pihak keluarga dan masyarakat bisa menerima dan mensupport penderita agar bisa hidup secara layak di masyaraka.

 

Pada kesempatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dr. Bambang Haryatno, M.Kes, Ketua Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa Indonesia (Jejak Jiwa) dr. G. Pandu Setiawan, Sp KJ, Prof Byron Good ahli Anthropologi Harvard University, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kulon Progo dr. Sandrawati Said, M.kes yang pada kesempatan tersebut juga memberikan bantuan 2 juta rupiah untuk mendukung kegiatan ini.

 

Sebagai langkah nyata program bebas pasung, Bupati Kulon Progo bersama tim RS Grhasia (24/1/2014) melakukan penjemputan pasien atas nama Gino (39 th) warga Jambon Donomulyo Nanggulan melakukan pembukaan pasung dengan membuka kunci rantai pasung, untuk dibawa ke RS Grhasia untuk dilakukan pengobatan.

 

Disampaikan oleh keluarga, Gino sebenarnya anak yang cerdas, saat SMP dan sekolah di SMK sering mendapat beasiswa siswa berprestasi.(at.MC)