Masyarakat Kulon Progo dan Industri Kreatif

  • 30 Desember 2013 08:07:24
  • 4886 views

Masalah dari sebuah unit social yang bernama masyarakat tidak lepas dari permasalahan kesenjangan antara "das sollen" ( seharusnya/idealisme ) dengan " das sein" ( senyatanya/kenyataannya ) terutama dalam urusan memenuhi kebutuhan hidup maupun gaya hidup pada dewasa ini. Gaya hidup pada jaman ini sudah menjadi sebuah kebutuhan dasar manusi yang hidup di tengah masyarakat. Sehingga tiap individu juga berupaya keras untuk memenuhinya disamping masalah kebutuhan dasar ( sandang, pangan dan papan ) juga wajib dipenuhi. Padahal tidak mudah juga setiap individu maupun keluarga dalam berupaya memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Beragam pekerjaan mereka kerjakan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut.


Bagi masyarakat di DIY pada umumnya sudah sangat paham sekali mengenai kondisi wilayahnya yang relative miskin disbanding provinsi lain di Indonesia yang kaya akan bahan tambang dan Sumber Daya Alam yang lain. Namun justru dengan modal social, modal sumber daya manusia serta tekad dan semangat yang kuat mampu mengolah dan menggeliatkan sebuah terobosan sumber ekonomi baru yakni industri kreatif. Bagi Kabupaten Kulon Progo, fenomena tersebut harus ditangkap sebagai sebuah peluang dan potensi yang bisa dikembangkan oleh semua pemangku kepentingannya untuk memberdayakan masyarakatnya dalam usaha ekonomi kreatif.


Dalam hal ini banyak sekali pilihan dan macam industry kreatif yang dapat dikembangkan di daerah yang mempunyai potensi SDM yang berkualitas seperti DIY dan KUlon Progo. Bidang-bidang industry kreatif tersebut meliputi :

Arsitektur : bidang proses cetak biru bangunan dan informasi produksi yakni : arsitektur taman dan bangunan, perencanaan kota, konstruksi, konservasi bangunan

Desain : bidang kreasi desain grafis, interior, produk, industry, pengemasan dan konsultasi identitas perusahaan.
Fashion : bidang kreasi desain pakaian, alas kaki, aksesoris mode, konsultasi lini produk fashion serta alur distribusinya.
Kerajinan : bidang kreasi dan distribusi produk kerajinan : batu hias, emas, perak, kayu, alumunium, kaca,besi, daun, dan lainnya.
Kuliner : kegiatan produksi makanan dan minuman, pengolahan, peramuan resep masakan, penyajian /pengemasannya, peralatan masakan.
Musik : kegiatan kreatif di bidang kreasi, produksi, distribusi dan ritel rekaman suara, hak cipta promosi, penulis lirik, pencipta lagu/music, show, komposisimusik dan sebagainya.
Pasar Seni dan Barang Antik : bidang kreasi perdagangan, pekerjaan, produk antic dan hiasan, galeri, took, internet.
Permainan interaktif : industry kreatif di bidang pengembangan kreasi, produksi permainan komputerdan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi
Penerbitan dan percetakan : kegiatan kreatif di bidang penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, Koran, tabloid, majalah dan konten digital.
Layanan Komputer dan Piranti Lunak : industry pemngembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan computer, pengembangan piranti lunak, integrasi system, desain dan analisis system, desain arsitektur piranti lunak, dessain portal dan sebagainya.
Periklanan : kegiatan kreatif seperti riset pasar, perencanaan iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi public, tampilan iklan di media cetak dan elektronika.
Riset dan Pengembangan : kegiatan menciptakan inovasi yang menawarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan penerapannya untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses dan material baru, dengan menggunakan teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pasar
Seni pertunjukan : industry kreatif berupa pengembangan seni pertunjukan meliputi tarian, drama, teater, opera, music etnik, desain tata panggung, tata cahaya, tata suara
Televisi dan radio : kreatifitas dalam hal produksi, pengemasan, penyiaran, transmisi televise dan radio.
Video, film dan fotografi : industry kreatif dalam bidang produksi video, film, jasa fotografi, rekaman, penulisan skrip, dubbing film, sinematografi,sinetron dan lainnya.
Di Kabupaten Kulon Progo potensi Industry kreatif yang dapat dikembangkan diantaranya : pertanian dengan industry turunanannya yakni kuliner dan seni tanam,pariwisata meliputi arsitektur taman dan pemandangan alam, pasar kerajinan , budaya dan kesenian, kuliner khas Kulon Progo , kerajinan dari tanaman atau bahan-bahan alam, produk fashion berupa batik sebagai identitas kultur Jawa. Kemudian yang perlu dilihat lebih jauh yakni potensi diri dari tiap individu masyarakat Kulon Progo dan bisa dipantik oleh pemerintah dalam upaya mengeksplorasi kemampuan SDM warga setempat.
Pemerintah berinisiatif untuk memunculkan kegiatan-kegiatan pembangunan sebagai upaya mendorong masyarakat Kulon Progo untuk kreatif. Sesederhana apapun bentuk kreatifitas tersebut akan bermakna bila ditekuni. Pola pembangunan masyarakat berupa pendekatan pemberdayaan sumber daya manusia di pedesaan saat ini sedang digiatkan baik pemerintah pusat maupun pemerintah propinsi. Sehingga diharapkan ada program-program kerja pemerintah yang banyak ditujukan dalam rangka penguatan kapasitas dan kapabilitas SDM manusia di pedesaan. Bagaimana mereka mampu berkembang untuk memanfaatkan potensi alam dengan daya kreatifitas mereka perlu diarusutamakan dalam setiap paradigma pemberdayaan masyarakat.


Masih banyak potensi di Kabupaten Kulon Progo untuk dikembangkan menjadi industry kreatif oleh masyarakatnya. Tinggal bagaimana upaya kerjasama dan sinergi dari semua pihak untuk jeli melihat dan mengembangkan potensi wilayahnya dengan kemampuan kreatifitas dari tiap individunya. Diharapkan dari industry kreatif tersebut dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah secara signifikan.


Rasanya menjadi naïf apabila kemajuan sebuah masyarakat yang disebut modern tidak diiringi dengan kreatifitas warga masyarakatnya dalam mengolah dan mengelola potensi wilayahnya menjadi sumber penghasilan yang luar biasa bagi pemenuhan kebutuhan hidupnya. Bahkan masyarakat modern saat ini menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan hidup yang kompleks dan membutuhkan daya kreatifitas untuk menyelesaikannya.


Insan Hidayat - Bappeda