Bupati Tandai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rusun di Triharjo

  • 24 Desember 2013 17:14:28
  • 2227 views

Pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kulon Progo akan segera dimulai. Pembangunan rusunawa tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Selasa (24/12) yang diikuti oleh Ketua DPRD Kulon Progo, Ponimin Budi Hartono dan Wakil Bupati, Drs. H. Sutedjo.

Rumah susun sederhana sewa ini dibangun sebagai kegiatan multi years bantuan dari Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan strategis, Direktorat Jendral Cipta Karya, dengan usulan dari daerah. Pada tahun 2011 lalu Pemkab Kulon Progo mengajukan usulan pembangunan rusunawa dengan jumlah 4 twin block (TB), dan pada tahun 2013 ini disetujui 2 TB lima lantai yang berisi 198 unit. Rusunawa ini menempati lahan seluas 9.515 meter persegi dan luas bangunan 5.709 meter persegi. Pembangunan diperkirakan selesai dalam waktu 8 bulan.

Bupati menyebutkan bahwa kebutuhan tempat tinggal merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, wilayah Kulon Progo. Di lain sisi, lahan untuk mendirikan bangunan rumah semakin hari semakin menyempit, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara pertumbuhan penduduk dengan kebutuhan lahan untuk mendirikan bangunan rumah.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang aman, sehat, serasi dan teratur serta berkelanjutan dengan meningkatkan daya guna dan hasil guna lahan khususnya di perkotaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah DIY serta Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berencana membangun Rusunawa.

Ditambahkannya, dengan mempertimbangkan terbatasnya lahan di pemukiman padat sehingga perlu dibangun permukiman yang lebih dari satu lantai sehingga dapat dipergunakan secara bersama-sama dengan memperhatikan faktor sosial, ekonomi dan budaya serta perkembangan masyarakat secara umum.

“Rumah susun ini jangan sampai mangkrak, sebelum rumah susun jadi, Dinas PU sudah harus mendata calon penduduk rusun ini. Misalnya mendata orang-orang miskin yang mau tinggal di rusun ini, karena rusun ini nanti akan dihuni oleh 198 KK,” katanya. 

Sebelumnya Zahram Asurawan, Kepala Satker Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Pemukiman (P4IP) menuturkan bahwa penghuninya ditargetkan 198 KK. Jumlah ini mungkin kurang untuk memenuhi kebutuhan di dua pabrik terdekat (pabrik rokok dan wig), maka Pemkab akan terus mengusulkan. Jika lokasi saat ini tidak mencukupi maka akan diusulkan lagi yang baru.

Zahram juga menegaskan bahwa tujuan pembangunan rusunawa ini adalah untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah akan tempat tinggal. Sedangkan untuk pengelolanya, nantinya akan dibentuk unit yang mengelola rusunawa ini melalui peraturan Bupati. Menurutnya dipilihnya tempat ini adalah karena lokasinya strategis, dekat dengan pabrik Sung Chang dan Pabrik Rokok Sampoerna, diharapkan pekerja-pekerja pabrik tersebut bisa memanfaatkan fasilitas ini.

"Ke depan akan mengusulkan untuk daerah lain, seperti Sentolo atau daerah selatan mendekati pabrik pasir besi dan bandara, tetapi ini masih dalam kajian," katanya.***