Pemkab Laksanakan PPSP; 9,6 Ribu Jiwa Masih BABS

  • 12 Desember 2013 14:37:02
  • 1387 views

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo laksanakan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP). Saat ini Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Kulon Progo bertempat di Dinas Kesehatan melakukan Konsultasi Publik yang merupakan bagian dari kegiatan penyusunan Dokumen Memorandum Program Sanitasi (MPS).

"Maksud dari penyusunan MPS ini untuk mendorong para stakeholders melaksanakan kebijakan pengembangan sanitasi yang lebih efektif, partisipatif dan berkelanjutan" demikian disampaikan dr.Lestariyono,M.Kes. saat membacakan sambutan Ketua Kelompok Kerja Sanitasi, dalam acara konsultasi publik yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kulon Progo, Rabu (11/12/2013).

Sedangkan tujuan penyusunan MPS nantinya dapat dipakai sebagai pedoman penganggaran pendanan untuk implementasi pelaksanaan pembangunan sanitasi mulai tahun 2014 sampai 2018. Dapat memberikan gambaran tentang kebijakan pendanaan untuk implementasi pembangunan sanitasi. Dipergunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Operasional tahapan pembangunan sanitasi. Sebagai dasar dan pedoman semua pihak yang terlibat dalam pembangunan sanitasi dan selanjutnya dapat sebagai dasar masukan, umpan balik RPJMD periode berikutnya.

Dengan kegiatan konsultasi publik ini diharapkan semua pihak dapat memahami pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) di Kulon Progo dan dapat memberikan masukan untuk penyempurnaan dokumen memorandum Program Sanitasi. Tujuan dari PPSP untuk mempercepat pembangunan sanitasi di Kulon Progo berjalan optimal dan bermanfaat.

Sebagaimana dijelaskan Ka. Bid. Sarana Prasarana Wilayah , Ir.R.Langgeng Rahardjo, MT. selaku Ketua Tim Teknis Kelompok Kerja Sanitasi Kab. Kulon Progo menyampaikan bahwa salah satu permasalahan saat ini masih ada 9.600 jiwa dari penduduk Kulon Progo masih Buang Air Besar Sembarangan (BABS). (hasil survey akhir 2012). KK yang memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah sebanyak 7,7 %, Septik tank yang tidak pernah dikuras sebanyak 76 %.

Untuk permasalahn sampah, sampah permukiman yang benar-benar dikelola perharinya hanya mencapai 4,4 %. Sedangkan untuk permasalahan Drainase, Rumah Tangga yang mengalami genangan air di sekitar rumah sebanyak 11 %.


Untuk melakukan percepatan, saat ini kelompok kerja sudah mensosialisasikan Pola Hidup Bersih dan Sehat dimulai dari anak-anak sekolah.

"Ketika lingkungan sehat, akan mewujudkan generasi sehat. Dengan sehat maka masyarakat akan produktif. Dengan produktif maka masyarakat akan sejahtera" tambah Langgeng. Lebih lanjut dijelaskan bahwa apa yang dilakukan ini juga untuk generasi yang akan datang.

Sujarwadi dari Puskesmas Kalibawang menyampaikan bahwa di daerahnya sudah 88 persen yang memiliki jamban atau WC, akan tetapi kadang masih BABS karena memilih di BAB di kolam. Untuk itu percepatan mohon agar sosialisasi sampai desa.

Tanjung dari Yayasan Damar lebih menekankan perlunya partisipasi masyarakat agar dalam percepatan tersebut cepat terlaksana.


PPSP sendiri merupakan program percepatan yang dilatarbelakangi kesepakan Pemerintah RI dengan dunia international. Indonesia menyepakati capaian sanitasi sebanyak 62,41 persen.
Artinya, masyarakat wajib mendapat sanitasi secara aman sebanyak 62,41% pada tahun 2015.

Sedangkan di Kulon Progo hingga pada tahun 2012, yang sudah dicapai sebanyak 55,53 %
Untuk itu perlu penanganan secara lintas sektoral, dengan berbagai pihak, SKPD dan peran serta seluruh masyarakat.(at.MC)