Anggaran Insidentil Dihapus Pusat, Pemkab Tetap Beri Bantuan Sosial

  • 11 Desember 2013 09:25:07
  • 2831 views

Kabupaten Kulon Progo salurkan bantuan hibah sosial. Meskipun anggaran insidentil dihapus, Pemkab tetap peduli dan terus berusaha memberi bantuan hibah sosial kepada masyarakat.  Dengan anggaran yang terbatas, Pemkab melalui Pos Bagian Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan tetap mengalokasikan bantuan sosial. Untuk itu bertempat di Aula Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Selasa (10/12/2013), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyerahkan bantuan hibah sosial.

 

"Total bantuan yang diberikan Rp. 180.500.000,- meskipun terbatas, perlu kita syukuri" kata Arif Prastowo,S.Sos., M.Si. dalam sambutan dihadapan Bupati sebelum penyerahan bantuan oleh Bupati.

 

Disampaikan lebih lanjut, bantuan ini diperuntukan untuk Madrasah Diniah (Madin), Pondok Pesantren (Ponpes), Tim Kerja Pendampingan Iman Anak/ Remaja (PIA/PIR), Tempat Ibadah, dan anak yatim.

 

 

Adapun perincian bantuan meliputi:

 

Bantuan hibah tahap kedua untuk Tempat Ibadah tahun 2013 diberikan untuk 12 Tempat Ibadah masing-masing Rp. 7.500.000,- jumlah Rp. 90 juta. meliputi 8 Masjid, 3 Kapel, 1 Vihara.  Digunakan sebagai biaya untuk pembangunan tempat Ibadah.

 

Bantuan Hibah kepada Ponpes tahun 2013 sebanyak 13 Ponpes jumlah Rp. 61.000.000,- dimana masing-masing ponpes jumlah besar bantuan berbeda tergantung jumlah santri. Hibah tersebut digunakan sebagai biaya pembangunan/ operasional Pondok Pesantren.

 

Bantuan sebesar Rp. 6.250.000 untuk biaya operasional Tim Kerja Pendampingan Iman Anak/ Remaja (PIA/PIR). Yang diterimakan kepada Y.Bambang Haryanto Ketua Tim Kerja PIA/PIR Gereja Nanggulan.

 

Bantuan hibah Madrasah Diniyah kepada 15 Madin, masing-masing Rp.2 juta jumlah Rp.30 juta digunakan untuk biaya operasional Madrasah Diniyah.

 

Bantuan Rp. 250.000 kepada seorang remaja putri yatim piatu Indah Fajar Mulia Rt 68 Rw 31 Wonosidi Lor Wates. Sebagai biaya pendukung kegiatan bantuan bagi anak yatim piatu

 

Dalam rangka pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas, pihak penerima wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan hibah tersebut kepada Pemkab Kulon Progo.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat dan Kemasyarakatan, Arif Prastowo,S.Sos.M.Si. melaporkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan pemberian bantuan hibah sosial ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terhadap masyarakat Kulon Progo, untuk meningkatkan kepedulian, dan memotivasi semangat masyarakat dalam berbuat kebaikan.

 

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mennyampaikan meskipun Bantuan Sosial tersebut tidak besar tetap berharap menjadi bantuan yang barokah.

 

Bupati menjelaskan tentang bantuan sosial saat ini berbeda dengan sebelum tahun 2012. sebelum tahun 2012 bupati dapat memberikan bantuan sosial tanpa perencanaan dan proposal terlebih dahulu. Sedangkan sistem sekarang harus terencana dengan baik dan harus didukung proposal.

 

Permasalahan tersebut menyebabkan sebagian warga ada yang mengira bupati yang dahulu lebih mudah memberikan bantuan langsung daripada bupati sekarang padahal hal tersebut dikarenakan berubahnya sistem.

 

Sebelum tahun 2012, Bupati diberikan pos bantuan insidentil sebesar Rp. 600 juta, jika ada yang minta bantuan, bupati bisa langsung memberikan melalui pos tersebut. Dengan berubahnya aturan dan tidak adanya bantuan insidentil, bupati tidak memberi bantuan secara mendadak.

 

"Padahal jika proposal diajukan sekarang, paling cepat anggaran tahun depan ini" kata dr.Hasto.

 

Tetapi dengan perubahan aturan tersebut, Pemerintah Kabupaten melalui Bagian Administrasi Kesra tetap merencanakan dan menganggarkan bantuan terhadap Fakir Miskin, Janda, anak yatim piatu secara transparan dan akuntabel

 

"Saya mohon maaf jika mulai 2012 tidak bisa sak dek sak nyet" jelas Bupati.