Bupati Nyicil Sosialisasi Bandara; Beri ancer-ancer Daerah Yang Kena Pembebasan

  • 09 Desember 2013 12:14:22
  • 2874 views

Seusai sholat Jumat berjamaah dan pentasyarufan oleh Bazda Kabupaten Kulon Progo, di Masjid Al Faqih Sindutan Temon, Jumat (6/11/2013), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) "nyicil" sosialisasi tentang Bandara.

Sebelumnya Bupati menjelaskan tentang pelabuhan, bahwa Kabupaten Kulon Progo meminta pembangunan pelabuhan Adikarto menggunakan dana propinsi agar dana kabupaten tidak habis untuk pembangunan pelabuhan. sehingga dana kabupaten masih bisa digunakan untuk dana gotong royong dan padat karya. Disampaikan dari propinsi menyiapkan anggaran Rp. 30 milyar untuk pembangunan pelabuhan, dari Kabupaten menyiapkan untuk pembebasan lahan.

"Jika ada warga yang ingin jadi nelayan monggo" Demikian disampaikan Bupati Kulon Progo, dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K). Bupati mempersilahkan warga yang ingin menjadi nelayan, karena rencana tahun 2014 akan dilaunching pelabuhan Adikarto.

Menyinggung tentang Bandara, Bupati menyampaikan bahwa bandara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus bandara internasional, dan bandara di Yogyakarta saat ini terlalu kecil. Setelah dilakukan penilaian, yang memiliki nilai paling baik adalah di Temon.

Pembangunan pelabuhan dan bandara di Kulon Progo ini sesuai gagasan Gubernur DIY Sri Sulta Hamengku Buwana X tentang "Among Tani Dagang Layar". Dengan dibangunnya pelabuhan dan bandara di Temon menjadikan Temon sebagai Pintu Gerbangnya DIY.

Dukungan terhadap pembangunan pelabuhan dan bandara juga terus dilakukan, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum akan melebarkan jalan dari Gamping, Sleman sampai Temon Kulon Progo, dari semula 14 meter menjadi 22 meter. "Saat ini sudah mulai pembebasan tanah" tambah dr.Hasto.

 

Lebih lanjut dr.Hasto menyampaikan dalam waktu dekat akan sosialisasi ke warga, rencana pada hari Selasa di Balai Desa Glagah ada pertemuan agar dapat sosialisasi, daerah mana saja yang kena dan mana yang tidak kena.

Bupati memberi ancer-ancer, bahwa selatan jalan Daendels, yang terkena sekitar 90%,
dan jalan utama dari jalan besar ke bandara. sedangkan ancer-ancer Pintu gerbang utama antara makam barat kecamatan - Puskesmas 2 Temon di Palihan, ke arah selatan sampai bandara.

Tentang rencana sosialisasi ke warga, pemerintah akan mendata yang diinginkan warga satu persatu. Pembebasan tanah tidak boleh secara berkelompok tapi satu persatu. warga dipersilahkan memilih tanah kas desa pengganti yang disukai. Pemerintah akan membantu warga menyediakan tanah kas desa yang akan digunakan untuk mengganti. untuk warga yang tetap ingin bertani, pemerintah akan mencarikan tanah kas desa yang bisa digunakan untuk pertanian.

Bupati berprinsip tetap akan membangun Kulon Progo tanpa merusak yang sudah ada. Agar Kulon Progo sejahtera tapi tidak merusaknya. Jika tetap ingin bertani, petani akan dicarikan tanah pertanian.(at.MC)