Kulon Progo Tanam 1,25 Juta Pohon untuk Rehabilitasi Lingkungan

  • 28 November 2013 13:12:48
  • 1873 views

Gerakan penanaman pohon yang dilakukan saat ini merupakan upaya membangun ekosistem hutan, maka hal ini perlu dilakukan terus menerus dengan jenis pohon yang tepat supaya kualitas lingkungan hidup akan meningkat dan berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan energi terbarukan. Oleh karena itu para pihak yang melakukan penanaman perlu berkonsultasi dengan para penyuluh kehutanan untuk pemilihan jenis pohon yang tepat agar tidak berdampak kekeringan pada sumber mata air. Demikian disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo, dalam acara Gerakan Penanaman Pohon dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN), serta Gerakan Tanam Cinta Hutan (GTCH) Tahun 2013 Tingkat Kabupaten Kulon Progo, di Gerbosari, Kecamatan Samigaluh (28/11).

\"Untuk itu kami berharap, marilah Gerakan Menanam Pohon ini kita sukseskan demi membangun ekosistem hutan, sehingga anak cucu kita nanti tetap dapat menikmati kehidupan yang lebih baik,\" kata Sutedjo.

Ditambahkannya, kegiatan GTCH Tahun 2013 merupakan wujud nyata dari kegiatan rehabilitasi dan konservasi alam di DIY, khususnya di Kabupaten Kulon Progo. Sutedjo mengharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat pula sebagai penahan erosi, maupun banjir ketika curah hujan tinggi. Karena disadari bersama bahwa wilayah Kulon Progo ini terbagi atas wilayah perbukitan dan wilayah landai yang dapat terkena dampak banjir.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, di Kulon Progo saat ini masih ada lahan yang kritis sekitar 5000 hektar, sehingga perlu diadakan upaya untuk penanganan atau rehabilitasi lahan kritis ini melalui kegiatan sipil teknis maupun kegiatan vegetasi atau penanaman. Khusus untuk penanaman, dukungan dari pemerintah dalam bentuk fasilitas bantuan bibit dimana pada tahun 2013 ini kurang lebih berjumlah 1,250 juta bibit pohon. Dispertahut menargetkan paling tidak bisa mengurangi lahan kritis di Kulon Progo sebanyak 15-20 persen per tahun, dan saat ini sudah berjalan dengan baik.

Salah satu tamu dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY menyatakan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat diikuti oleh masyarakat melalui kegiatan menanam secara massal dan memelihara tanaman itu, sehingga kualitas lingkungan di Kulon Progo akan semakin baik. Sementara di DIY sendiri Dishutbun menargetkan dapat menanam sekitar 5 juta pohon per tahun, dan hal ini bisa dicapai karena di DIY memiliki 90 Kebun Bibit Rakyat (KBR) dimana setiap KBR menghasilkan sekitar 45 – 50 ribu batang, ditambah dengan bantuan dari BPDAS, Dishutbun DIY juga memberikan bibit secara gratis kepada masyarakat.

Gerakan penanaman ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan pelajar bekerja sama dengan BPDAS DIY, Dinas Pendidikan Kulon Progo, Kodim 0731, PD BPR Bank Pasar, BPD DIY Wates, PDAM dan beberapa pihak lain. Di tahun ini dalam bidang kehutanan, Kulon Progo menerima penghargaan antara lain juara I OBIT se DIY, Juara I Lomba KBR Se DIY, dan CSR peduli Kehutanan oleh BPR Bank Pasar.***