Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

  • 28 November 2013 09:23:57
  • 23895 views

Dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak tahun 1997 lalu masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia hingga saat ini. Datangnya era globalisasi yang pada awalnya diharapkan membawa masyarakat ke zaman emas yaitu terwujudnya cita-cita masa depan yang lebih cerah, ternyata memberikan pelajaran kita pada suatu kenyataan pahit. Lapangan pekerjaan berkurang dan pengangguran di mana-mana. Di sinilah kita disadarkan untuk dapat mendayagunakan segala sumber daya, baik yang disediakan oleh alam maupun oleh manusia itu sendiri untuk memajukan dan mensejahterakan kehidupan kita baik dalam konteks pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan Negara. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menumbuhkembangkan jiwa wirausaha bagi para generasi muda.


Upaya untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha ini dilakukan karena semakin maju suatu negara semakin banyak orang yang terdidik, dan banyak pula orang menganggur, maka semaikin dirasakan pentingnya dunia wirausaha. Pembangunaan akan lebih berhasil jika ditunjang oleh wirausahawan yang dapat membuka lapangan kerja, karena kemampuan pemerintah sangat terbatas. Pemerintah tidak akan mampu menggarap semua aspek pembangunan karena sangat banyak membutuhkan anggaran belanja, personalia, dan pengawasan.


Wirausaha merupakan potensi pembangunan, baik dalam jumlah maupun dalam mutu wirausaha itu sendiri. Sekarang ini kita menghadapi kenyataan bahwa, wirausahawan Indonesia masih sedikit dan mutunya belum bisa dikatakan hebat, sehingga persoalan pembangunan wirausaha Indonesia merupakan persoalan mendesak bagi suksesnya pembangunan.


Menurut Prof. Dr. H. Buchari Alma dalam bukunya \"Kewirausahaan\"terbitan Alfabeta, setidaknya ada delapan manfaat yang dapat kita rasakan dengan berwirausaha:

  1. Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi penganguran.
  2. Sebagai generator pembangunan lingkungan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan, dan sebagainya.
  3. Menjadi contoh bagi anggota massyarakaat lain, sebagai pribadi unggul yang patut dicontoh, diteladani, karena seorang wirausaha itu adalah orang terpuji, jujur, berani, hidup tidak merugikan orang lain.
  4. Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu menjaga dan membangun lingkungan.
  5. Berusaha memberi bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial sesuai dengan kemampuannya.
  6. Berusaha mendidik karyawannya menjadi orang mandiri, disiplin, jujur, tekun dalam menghadapi pekerjaan.
  7. Memberi contoh bagaimana kita harus bekerja keras, tetapi tidak melupakan perintah-perintah agama, dekat kepada Allah SWT.
  8. Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan.


Melihat banyaknya manfaat wirausaha di atas, menurut penulis ada dua darma bakti wirausaha terhadap pembangunan bangsa, yaitu: Pertama, sebagai pengusaha, memberikan darma baktinya melancarkan proses produksi, distribusi, dan konsumsi. Wirausaha membantu mengatasi kesulitan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kedua, sebagai pejuang bangsa dalam bidang ekonomi, meningkatkan ketahanan nasional, mengurangi ketergantungan paada bangsa asing.


Demikian besar darma bakti yang dapat disumbangkan oleh wirausaha terhadap pembangunan bangsa, namun saja orang kurang berminat menekuni profesi tersebut. Penyebab dari kurangnya minat ini mempunyai latar belakang pandangan negatif dalam masyarakat terhadap profesi wirausaha. Wirausaha ini, kegiatannya banyak bergerak dalam bidang bisnis termasuk kegiatan perdagangan. Namun demikian saat ini masih banyak pandangan masyarakat yang negatif pada sektor wirausaha bisnis dan perdagangan.


Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain sifaf agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, dsb. Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian besar penduduk, sehingga mereka tidak tertarik. Mereka tidak menginginkan anak-anaknya menerjuni bidang ini dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri apabila anaknya lulus dari perguruan tinggi.


Guna menumbuhkan jiwa wirausaha yang tangguh pada diri seseorang memang membutuhkan waktu yang terbilang lama serta dibutuhkan kesabaran untuk selalu mengasahnya. Jiwa entrepreneurship atau jiwa wirausaha memang dapat diupayakan untuk dikembangkan serta dibekalkan pada seseorang (terutama pada pemuda) untuk menguatkan mental seseorang tentang entrepreneurship.


Cara yang sering ditempuh untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yaitu dengan mengikuti seminar-seminar umum tentang kewirausahaan, mempelajari psikologi manusia serta membiasakan menjalani kehidupan dengan semangat tinggi untuk berpola hidup produktif. Tanamkan gagasan bahwa setiap waktu adalah uang, setiap tenaga adalah kerja dan setiap ide merupakan inovasi perubahan. Dan tumbuhkan bahwa seorang pemuda memang siap untuk menjadi wirausaha muda yang sukses.


Kewirausahaan memang diminati oleh banyak kalangan mahasiswa dan kalangan pemuda yang lainnya. Banyak wirausaha muda yang bermunculan dengan berbagai produk yang mereka usung kedalam bisnis mereka. Wirausaha muda ini telah mengalami berbagai pengalaman dalam menjalani bagaimana menjadi seorang entrepreneurship yang baik dan dapat bersaing dengan berbagai produk yang ada di pasar.


Wirausaha muda yang telah memiliki jiwa wirausaha yang tinggi akan selalu berusaha untuk menciptakan inovasi-inovasi baru agar produk yang mereka produksi tidak kalah bersaing di pasar. Untuk memenangkan setiap persaingan, kebanyakan seorang wirausahawan akan melakukan berbagai modifikasi pada produk serta meningkatkan strategi pemasaran produk agar konsumen tertarik pada produk yang mereka tawarkan.


Jiwa wirausaha merupakan salah satu karakteristik bawaan dari orang tua ataupun secara genetis dan juga dapat dilatihkan pada diri seseorang. Bagi orang-orang yang telah memiliki jiwa wirausaha sejak kecil (bawaan), mereka tidak perlu memunculkan jiwa wirausaha itu secara intensif. Bagi orang-orang yang ditakdirkan memiliki jiwa wirausaha sejak kecil, maka disetiap aktivitasnya akan memperlihatkan kegiatan-kegiatan kewirausahaan.


Mereka cenderung suka bekerja keras, pantang menyerah, tabah menghadapi cobaan, dan yang paling penting yaitu mereka akan memperlihatkan kepada orang lain bahwa mereka adalah seorang yang mandiri. Hal ini sangat berkebalikan jika dibandingkan dengan seseorang yang berusaha menumbuhkan jiwa wirausaha pada dirinya. Jiwa wirausaha memang dapat diusahakan untuk ditanamkan pada diri seseorang. Usaha yang mereka tempuh diantaranya yaitu dengan mengikuti seminar kewirausahaan. Keinginan seseorang untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini pada dasarnya didasari oleh keinginan untuk menjadi seorang wirausaha muda yang sukses.


Untuk menumbuhkan jiwa wirausaha ini memang dapat ditempuh dengan berbagai cara. Diantara cara-cara yang dimaksudkan yaitu dengan jalan mengikuti seminar tentang kewirausahaan (entrepreneurship), sering membaca biografi orang-orang sukses, membiasakan diri untuk bersurvival di tempat yang masih asing baginya, membiasakan hidup mandiri, serta yang paling penting yaitu membiasakan untuk menumbuhkan rasa saling peduli terhadap sesama.


Jiwa wirausaha memang dapat ditumbuhkan dalam diri setiap orang, karena setiap orang pada dasarnya masing-masing memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Kuncinya adalah mau belajar mengenali, mengelola dan mengembangkan potensi diri sendiri, siap bekerjasama dengan orang lain, disiplin dan penuh dedikasi, memiliki komitmen yang kuat serta siap menghadapi tantangan dan hambatan tanpa harus berputus asa.


Bejo Munanto, S.Pt
Penyuluh Pertanian Madya
Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kab. Kulon Progo