Masyarakat Harus Waspada Tsunami

  • 27 November 2013 15:07:44
  • 2303 views

Gempa bumi berkekuatan 8,2 sekala richter mengguncang pantai selatan Kulon Progo, gempa tersebut bersumber di 200 Km selatan Wates dengan kedalaman 30 Km dan berpotensi tsunami. 403 warga Palihan, Temon terpaksa harus mengungsi, 23 diantaranya luka ringan, 19 luka berat dan 14 diyatakan tewas. Mereka melakukan evakuasi mandiri menuju titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian diangkut ke Posko Dalops dengan kendaraan operasional baik dari TNI, POLRI, ambulance dan TIM SAR. Demikian gambaran Gladi Lapang terjadinya gempa berpotensi tsunami yang digelar BPBD Kulon Progo, Rabu (27/11).
Gladi Lapang tersebut melibatkan berbagai unsur yang mendukung penanganan bencana antara lain TNI, Polri, Tagana, TRC, PMI, BPBD, ORARI, RAPI dan relawan, semua terlihat cekatan melakukan tindakan sesuai dengan tugas masing-masing. Menurut Ketua Pelaksana BPBD Kulon Progo, Drs. Untung Waluyo yang terpenting adalah menyiapkan masyarakat agar lebih memahami tindakan apa saja yang harus dilakukan jika terjadi bencana tsunami sehingga dapat menekan korban. \\\"Yang terpenting adalam bagai mana kita menyiapkan masyarakat dan pemerintah wajib memfasilitasi, karena SDM dan peralatan kita terusterang masih belum memadahi.\\\" Terang Untung.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo Nampak hadir bersama Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono, Kaplres Kulon Progo dan Komandan Kodim 0731 Kulon Progo. Menurut Sutedjo, dua hal yang terpenting dalan Gladi lapang ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat dan melatih para petugas. \\\"Yang terpenting adalah kita dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat jika terjadi tsunami, sehingga mereka tahu kemana harus melakukan evakuasi mandiri. Dan yang kedua adalah melatih para petugas kita, dengan melakukan Gladi lapang ini kira-kira mereka dapat mengetahui apa yang harus dikerjakan jika tsunami datang.\\\" tutur Sutedjo.
Menurut Wakil Bupati, Gladi lapang ini telah berjalan dengan baik namun masih ada beberapa hal yang harus dibenahi, namun demikian Sutedjo maklum karena galdi lapang ini baru sekali diadakan oleh BPBD Kulon Progo.