Pemkab Kulon Progo Luncurkan Buku Panduan Wisata Pendidikan

  • 26 November 2013 14:49:44
  • 2755 views

Dalam rangka menumbuhkan rasa cinta terhadap Kulon Progo sejak dini, maka Pemkab Kulon Progo meluncurkan Buku Panduan Wisata Pendidikan yang ditindaklanjuti dengan Program Widya Wisata untuk anak-anak Sekolah Dasar. Buku ini diharapkan menjadi acuan dan panduan bagi guru-guru sekolah dasar dalam rangka mengenalkan dan mempromosikan potensi wisata di kabupaten Kulon Progo kepada para siswa. Selain itu, dengan adanya panduan ini, kegiatan wisata pendidikan Widya Wisata dalam liburan sekolah dapat lebih terarah.

Kurang lebih satu tahun lalu, Pemkab menggagas bagaimana wisata di Kulon Progo ini, dengan semangat Bela dan Beli Kulon Progo serta Bela dan Beli Indonesia, bisa digalakkan. Adalah memprihatinkan jika para siswa sudah mengunjungi berbagai tujuan wisata yang jauh di luar Kulon Progo ataupun DIY, tetapi malah belum mengetahui tempat wisata yang terdekat. Melihat itu, Pemkab ingin mengajak masyarakat untuk berwisata ke obyek wisata lokal sebelum berkunjung ke obyek wisata lain di luar Kulon Progo.

"Kami bertekad untuk membuat modul atau buku Panduan Wisata Pendidikan ini dengan niat bahwa kita ini tidak hanya wisata saja, tetapi ada pembelajaran. Sehingga di dalam buku disebutkan ilmu-ilmu yang terkait dengan tempat wisata, jadi ketika pulang juga membawa ilmu," kata dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Bupati Kulon Progo dalam acara Launching Buku Panduan Wisata Pendidikan, di halaman Makam Girigondo, Temon, Kulon Progo (26/11).

Bupati menyadari, Kulon Progo tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun tempat wisata yang megah, oleh karena itu Pemkab membangun sistem ini supaya obyek wisata lokal tetap dikunjungi. Dengan demikian jika di Kulon Progo ada sekitar 300an Sekolah Dasar maka paling tidak ada satu wisata lokal yang tiap tahun dikunjungi oleh 300 sekolah ini. Diawali dengan kegiatan ini, dr. Hasto berharap obyek wisata di Kulon Progo semakin berkembang, maju dan menarik bagi wisatawan yang lebih luas.

Kepala Bidang Destinasi Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata DIY, Drs. Sinang Sukanta,M.Si yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa kemungkinan buku panduan wisata pendidikan seperti ini merupakan yang pertama kali di DIY, karena Dinas Pariwisata DIY baru kali ini diundang dalam acara peluncuran buku seperti ini.

"Saya yakin ini merupakan sesuatu yang bermanfaat dan akan melengkapi direktori daya tarik wisata di DIY, kami sangat tahu dan maklum potensi daya tarik wisata Kabupaten Kulon Progo sebetulnya banyak sekali, sesuai slogannya bagaikan intan, hanya saja saat ini intan itu belum digosok," kata Sinang.

Menurut Sinang, hal itu terbukti penghargaan Kalibiru sebagai desa wisata terbaik di DIY dan juga dalam festival budaya beberapa waktu lalu, Kulon Progo mendapat juara pertama. Jika Kulon Progo dapat mengeksplorasi kekayaan budaya dan alam diyakini Kulon Progo dapat segera menyusul daerah lain, sehingga kunjungan wisata ke Kulon Progo akan meningkat. Jika warga Kulon Progo sudah sangat paham dengan obyek wisatanya sendiri, maka ketika ditanya orang lain mereka akan lancar menjawab bahwa Kulon Progo memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah menarik dengan daerah lain.

Menurut Eko Wisnu Wardhana, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kulon Progo, latar belakang disusunnya buku ini adalah karena disadari wisata sudah menjadi kebutuhan hidup masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan kunjungan wisata yang semakin meningkat. Di sekolah juga mengadakan agenda rutin study tour.

"Namun disayangkan kegiatan ini masih belum memperkenalkan daerahnya sendiri kepada peserta didik, hal ini dibuktikan dengan adanya sekolah yang mengadakan study tour ke wilayah di luar Kabupaten Kulon Progo," kata Eko.

Ditambahkannya, jika hal ini terus berlangsung dikhawatirkan di masa mendatang siswa tidak mengenal potensi kabupaten Kulon Progo. Dengan demikian penyusunan buku ini dimaksudkan untuk menjadi acuan bagi guru dalam rangka memberikan wawasan, pengetahuan dan pedidikan agar timbul kecintaan dan kebanggaan akan potensi seni, budaya, dan pariwisata di Kulon Progo, sebagai sarana promosi wisata Kulon Progo, dan aplikasi dari slogan Bela-Beli Kulon Progo.

Mengakhiri acara tersebut, Bupati juga mengibarkan bendera start sebagai tanda melepas para siswa sekolah dasar yang akan berwisata ke Waduk Sermo.***