Ketika PNS Jadi Model Dadakan...

  • 25 November 2013 14:41:58
  • 3294 views

Sebanyak 58 PNS berlenggak-lenggok bak peragawan dan peragawati mengikuti peragaan busana batik gebleg renteng yang digelar dalam rangka HUT PD Bank Pasar Kulon Progo, Dharma Wanita, dan peringatan Hari Ibu 2013, sorak-sorai dan tawa pun pecah di Gedung Kaca, Senin (25/11).

Ketua Panitia Peragaan Busana, Retno Giriarti mengatakan, lomba peragaan busana ini terbagi dalam empat criteria, yakni peragaan busana pakaian kerja putra, pakaian kerja putri, pakaian pesta sarimbit, dan kejawen mataraman. Para pesertanya adalah PNS dan Dharma Wanita dari instansi dan dinas se-Kabupaten Kulon Progo, khusus kejawen untuk siswa SMA.
"Tujuannya dengan motif gebleg renteng ini untuk mengimplementasikan bela beli Kulon Progo. Ternyata batik gebleg renteng bisa untuk pakaian kerja maupun pakaian pesta. Dalam peragaan busana ini motif gebleg renteng boleh dimodifikasi, tidak pakem," kata Retno.

Menurut Retno, digelarnya peragaan busana ini diharapkan menjadi salah satu sarana alternatif untuk mengembangkan pakaian batik motif gebleg renteng atau memodifikasi sebagai pakaian kerja dan pakaian pesta di kalangan PNS dan Dharma Wanita. Selain itu juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan mengenalkan busana Mataraman bagi generasi muda khususnya siswa SLTA.

"Karena generasi muda sekarang banyak yang kurang mengerti pakaian adat Mataraman seperti apa," lanjut Retno.
Salah satu peserta, Wiwik Setyawati mengungkapkan pengalaman pertama sehingga harus mempersiapkan mental. Dia mengaku nervous, "rasanya berbeda antara saat latihan dengan di atas panggung. Begitu di atas panggung berantakan semua." Sedangkan busananya ia mengaku telah disediakan dari kantor.