Desa Sidorejo, Lendah Dapat CSR Jangka Panjang dari PT Sriboga Flour Mill

  • 25 November 2013 13:17:58
  • 3675 views

PT Sriboga Four Mill akan segera laksanakan program CSR di Desa Sidorejo Kecamatan Lendah, Kulon Progo kurang lebih lima tahun. CSR dari Sriboga Flour Mill ini akan membantu Pemerintah Daerah Kulon Progo untuk mengentaskan kemiskinan. Sasaran CSR kali ini adalah di sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi, dengan demikian program CSR ini tidak dapat dilaksanakan hanya dalam waktu sebentar. Hal tersebut diutarakan oleh Direktur Utama PT Sriboga Flour Mill Alwin Arifin ketika penandatanganan MOU dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Gedung Kaca, Senin (25/11).
Menurut Alwin Arifin, selama ini PT Sriboga Flour Mill baru melaksanakan CSR yang bersifat sementara seperti ketika terjadi bencana Tsunami di Aceh, Gempa di Yogyakarta. "Baru sekarang kami melaksanakan CSR dalam jangka waktu yang cukup panjang, dengan memberikan pendampingan disektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi kiranya dua tahun belum cukup, kemungkinan membutuhkan waktu pating tidak lima tahun." jelas Alwin.
Dalam paparan yang dibawakan Rike Sundari, Sriboga Flour Mill telah melaksanakan Focus Goup Discussion dengan tokoh masyarakat, instansi pemerintah, perwakilan KK miskin dan LSM. Dari hasil FGD tersebut kemudian dilakukan observasi sehingga dapat ditentukan sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi sebagai sasaran kegiatan CSR. "Dengan pemberdayaan ekonomi kita dapat merubah mind set masyarakat, kita akan ajari mereka budidaya jamur, para ahli kita datangkan, pasar sudah ada kita tinggal melaksanakan. Untuk sektor pendidikan kita akan berikan bantuan pelunasan hutang sedangkan di sektor kesehatan kita akan bangun MCK dan sosialisasi kesehatan." papar Rike.
Bupati Kulon Progo dr. H. Hasto Wardoyo, Sp. OG(K) dalam sambutannya menuturkan bahwa Kabupaten Kulon Progo perlu melakukan kerjasama untuk mengentaskan kemiskinan. "Kulon Progo adalah daerah miskin, untuk itu kami harus menjalin kerjasama dengan pihak lain untuk mengentaskan kemiskinan. Saya sangat setuju dengan cara yang dilaksanakan Sriboga Flour Mill yang akan membenahi perilaku, karakter dan etos kerja, karena tanpa ditemukannya diaknosis kemiskinan dan di ikuti dengan treatment yang benar maka bantuan kemiskina ya hanya useless, useless dan useless seperti yang sudah-sudah." ujar Hasto. Hasto berharap Program CSR dari Sriboga Flour Mill ini dapat berhasil dan dapat dijadikan contoh daerah lain dalam mengentaskan kemiskinan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kulon Progo didampingi Wakil Bupati Drs. H. Sutedjo, Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hartono serta Kepala Bappeda dan Ketua CSR Kabupaten Kulon progo. Sedangkan dari PT Sriboga Four Mill dihadiri Dirut Alwin Arifin dan Fajar Sofyan selaku Komisaris.