dr. Hasto Wardoyo Terima Penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala

  • 15 November 2013 14:09:37
  • 3508 views

Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 49 tahun 2013, Menteri Kesehatan Dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H memberikan penghargaan Ksatria Bakti Husada Arutala kepada Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K) di Jakarta International  Expo Pekan Raya Jakarta, Kemayoran Jakarta Pusat, Jum’at (15/11). Penghargaan ini di berikan kepada dr. Hasto, panggilan akrab Bupati Kulon Progo, karena telah berprestasi dalam melakukan pemberdayaan masyarakat dan dalam pelayanan kesehatan. Dimana Pemkab Kulon Progo sudah melakukan program-program layanan kesehatan seperti Jamkesda yang benar-benar memperhatikan total coverage terhadap masyarakat. Artinya jika ada warga yang tidak masuk Jamkesmas maka tentunya akan masuk ke Jamkesda atau COB.

"Artinya kita sudah mendahului kabupaten lain untuk bisa memasukkan seluruh warganya dalam jaminan kesehatan, minimal memakai Jamkesda. Nah ini kan bentuk-bentuk layanan yang kita lakukan di masyarakat secara bersama-sama," tutur dr. Hasto.

Dirinya menambahkan bahwa Pemkab juga telah meminta persetujuan DPRD untuk bisa mendirikan rumah sakit di Sentolo, yang nantinya diharapkan menjadi rumah sakit tanpa kelas untuk mengcover layanan masyarakat dalam BPJS kesehatan yang belum bisa dirujuk ke RS tipe diatasnya. Dengan demikian peran serta DPRD dipandang sangat baik dalam mendukung Pemkab mewujudkan rumah sakit ini. Selain itu persetujuan DPRD ini menjadi hal yang positif dalam mendukung program kesehatan ini dimana ujungnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Hal lain yang terkait pemberdayaan seperti pemberantasan penyakit menular dan sebagainya juga melibatkan peran serta masyarakat.

Bagi dokter spesialis obsgin ini, penghargaan Arutala merupakan pemacu supaya Pemkab bekerja lebih baik lagi, dan ini adalah berkat kerja keras dari semua pihak baik Dinas Kesehatan, rumah sakit dan semua masyarakat Kabupaten Kulon Progo yang ikut menunjang layanan kesehatan ini.

"Penghargaan ini bukanlah penghargaan buat saya, tetapi bagi jajaran kesehatan di Kulon Progo dan juga masyarakat Kulon Progo," tegas dr. Hasto.

dr. Hasto berharap karena Kulon Progo adalah kabupaten sehat, diharapkan ke depan bisa melaksanakan ketugasan dalam bidang kesehatan ini secara lebih baik lagi untuk memandu Kulon Progo dalam rangka mempersiapkan penerapan BPJS kesehatan Januari 2014.

Pemkab telah mempersiapkan banyak hal yang terkait dengan BPJS, seperti mengupayakan agar Jamkes di Kulon Progo itu bisa betul-betul total coverage, meskipun secara kualitas belum maksimal, tetapi paling tidak kuantitasnya bisa lebih baik. Selain itu dr. Hasto berupaya keras supaya Keluarga Berencana itu tercover secara penuh sehingga program Keluarga Berencana sukses di Kulon Progo.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, saat ini Pemkab terus memberdayakan Puskesmas sebaik-baiknya, dimana seluruh Puskesmas rencananya dijadikan BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah). Dengan demikian Puskesmas dituntut harus lebih cekatan dalam melayani. Hal ini penting karena BLUD lebih cepat dalam merespon kebutuhan masyarakat, termasuk dalam pengadaan kebutuhannya. Sehingga jika Puskesmas perlu membeli hal-hal yang kecil tentunya tidak perlu menunggu persetujuan anggaran.

Upaya lain yang dilakukan Pemkab adalah berusaha keras menawar pada BPJS Kesehatan yang nanti jadi badan penyelenggaran jaminan kesehatan nasional, supaya Puskesmas-Puskesmas diberikan kapitasi dana yang lebih besar agar bisa melayani dengan obat yang lebih baik. Hal ini penting sekali dipersiapkan di tahun 2013 karena akan ada kebijakan dan paradigma baru dalam jaminan kesehatan di Indonesia. Ini suatu lembaran baru bagi layanan jaminan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut Menkes menyampaikan apresiasi kepada dr. Hasto yang bisa menggerakkan peran serta masyarakat dalam bergotong royong seperti dalam bedah rumah. Menurut Menkes, hal ini adalah suatu yang luar biasa, dimana warga yang rumahnya kumuh diperbaiki secara gotong royong dengan tetangga sekitar. Apalagi tanpa dana APBD/N Pemkab Kulon Progo tetap bisa memperbaiki lingkungan orang-orang yang rumahnya tidak sehat untuk menjadi rumah yang sehat.

 

Disamping dr. Hasto, ada lima kepala daerah lain di Indonesia dan satu Ketua Tim Penggerak PKK yang memperoleh penghargaan serupa. Kelima kepala daerah tersebut adalah Bupati Gorontalo David Babihoe Akib, Walikota Balikpapan H.Rizal Effendi,SE, Walikota Sijunjung Drs.Yuswir Arifin,MM, Bupati Lampung Barat Drs. H. Mukhlis Basri MM, Walikota Jogyakarta H. Haryadi Suyuti, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Solok Ny Hj. Erlinda Syamsu Rahim,S Sos. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka atas dedikasi dan kerja keras dalam pembangunan kesehatan.***