Masyarakat Berebut Berkah Labuhan Suro Puropakualaman

  • 14 November 2013 14:54:52
  • 2009 views

Pantai Glagah Kamis (14/11) tampak ramai tidak seperti hari biasa. Hari itu Pakualaman Yogyakarta menggelar rituan tahunan labuhan suro. Banyak masyarakat yang sudah sejak pagi menunggu ingin menyaksikan prosesi labuhan. Ada yang sekendar menyaksikan tapi tidak sedikit yang ingin memperebutkan gunungan labuhan untuk ngalap berkah.
Acara labuhan diawali dengan serah terima uba rampe labuhan berupa tiga gunungan palawija, pakaian bekas, serta sesaji yang akan dilabuh. Selanjuntnya semua uba rampe di arak dengan jalan kaki menuju lokasi labuhan di pantai Glagah yang berjarak sekitar 3 km. Kirab uba rampe diawali pasukan Puro Bregodo Lombok Abang yang menggenakan pakaian serba merah dengan tombak kemudian sesaji dan gunungan, yang dibelakangnya pasukan Puro Bregodo Plangkir yang berpakaian serba hitam dengan menggenakan senapan .
Sebelum dilabuh, uba rampe terlebih dahulu singgah di Joglo Labuhan untuk melaksanakan doa. Usai dilakukan doa baru dibawa ke laut untuk dilabuh. Uba rampe yang dilabuh berupa pakaian bekas Puro kemudian gunungan yang kemudian menjadi rebutan oleh para pengunjung.

Masyarakat tidak sabar menunggu gunungan dilabuh ke laut. Masyarakat sudah berjubel ingin memperebutkan ubo rampe labuhan. Mereka percaya akan mendapatan berkah dari ubo rampe yang mereka dapatkan.
Sarilah, nenek dari Girigondo ini sudah tiap tahun mengikuti tradisi labuhan di Pantai Glagah. Fisiknya yang renta tidak menyurutkan semangatnya untuk datang di Pantai Glagah. Tidak sia sia ia datang bersama tiga temennya yang semua sudah usia tua, Bersama teman temannya Sarilah berhasil mengumpulkan satu kantong plastik sayuran kacang panjang. Ia percaya akan mendapatkan berkah dari ubo rampe yang diperebutkan yang rencananya akan ia masak.
"Sedanten niku saking Alloh Mas, tapi kulo tetep ihtiar mugo-mugo angsal berkah dalem Puropakualaman, diparingi sehat lan kuat," tutur nenek Sarilah.
Tidak berbeda dengan Sarilah, Risgiyanti warga Bojong Panjatan ini datang bersama sauminya. Sudah dua kali ia mengikuti labuhan suro di Pantai Glagah. Saat berebut ia berhasil mendapatkan padi. Menurut pengakuanya akan dia campur dengan benih padi saat menebar binih nantinya.
"Padi ini akan saya tebar, saya jadikan benih Mas, mugo mugo angsal berkah,"aku ibu berpostur subur ini.
Tidak hanya masyarakat setempat yang datang mengikuti prosesi labuhan. Warga Sleman juga ada yang jauh jauh datang untuk memperebutkan berkah. Wasiran warga Sleman ini mengaku baru sekali datang melihat labuhan suro di Pantai Glagah. Awalnya malu malu mengaku ingin mendapatkan ubo rampe.
"Saya takut air Mas, tadi tidak ikut rebutan, terpaksa hanya ambil sisa sisa di pasir,"aku Wasiran.