Tahun ini, Daftar Tunggu Haji 15 tahun

  • 13 November 2013 12:17:21
  • 2316 views

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, atas nama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menyampaikan Selamat Datang kepada Jamaah Haji Kulon Progo, dan kepada jamaah yang telah meninggal semoga keduanya diterima disisi Alloh SWT. Demikian disampaikan dalam sambutan acara Mangayubagyo Jamaah Haji Kulon Progo Tahun 2013 M/ 1434 H, Rabu (13/11/2013), bertempat di Gedung Kaca Pemkab Kulon Progo,

Dalam kesempatan tersebut Wabup menyampaikan, kehidupan ini bagai sebuah tasbih, berawal dan berakhir pada titik yang sama. bukan tasbih jika hanya satu butir, bukan pula kehidupan jika hanya satu dimensi. Kehidupan akan sempurna dan lengkap jika telah melewati untaian butiran-butiran suka, duka derita, bahagia, gembira, gagal, sukses, pasang, surut, seperti tasbih yang melingkar... kehidupan pun demikian.

"Kemanapun kita pergi, berlari, tetap saja masih dalam lingkaran takdir Illahi. Dari Nya kehidupan dimulai dan kepada-Nya jua kehidupan berakhir. semua itu tak lepas dari syukur dan sabar. Subhanallah...." katanya.

Dalam kesempatan tersebut Wabup juga menyampaikan bahwa Bupati Kulon Progo tidak dapat menghadiri acara dikarenakan sedang menghadap Gubernur dalam rangka membahas Upah Minimum Propinsi (UMP). Meskipun demikian, Bupati tetap mangayubagyo kepada jamaah haji Kabupaten Kulon Progo 2013 M/1434 H ini.


Sebelumnya Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo Drs.H.Edhi Gunawan,MPd.I. dalam laporannya menyampaikan, bahwa jumlah jamaah haji Kabupaten Kulon Progo 265 jamaah. Terdiri dari 137 laki-laki dan 128 perempuan. Jamaah berangkat hari Kamis (19 September 2013), kembali Kamis (31 Oktober 2013), terbergabung dalam Kloter 27 SOC bersama dengan jamaah dari Cilacap dan Kebumen.

Jamaah termuda tahun ini atas nama Nur Muslihah (23 th) perempuan, asal Sukoponco Sukoreno Sentolo pekerjaan Mahasiswi, sedang yang tertua Sumardi (80 th) laki-laki asal Bunder Banaran Galur, pekerjaan pensiunan.

Dari jumlah 265 jamaah, 1 jamaah haji meninggal dalam perjalanan pulang atas nama ibu Rasi Somo Wiyono (74 th) Pedukuhan III Krembangan Panjatan, pada hari Kamis (31 Oktober) Jam 5.30 wib. 

"Dan kemarin Selasa (12/11) satu jamaah lagi atas nama Drs.H Samuri (73 th) meninggal. Semoga beliau yang sudah sowan menjadi haji mabrur dan diterima disisi Alloh SWT" kata Edhi.

Lebih lanjut Drs.Edhi menyampaikan Daftar Tunggu jamaah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini tahun 2028, lebih kurang 15 tahun.
"Jika daftar tahun ini Insyaalloh brangkat tahun 2028" katanya lebih lanjut.

Kepala Kemenag juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan DPRD yang telah mengirim 2 pendamping haji yaitu Bapak Subronto dan Bapak Najmudin.

 

Sedangkan Drs.Muh Imrozi yang mewakili jamaah haji menyampaikan kesan dan pesan jamaah haji, dengan tanpa bermaksud riya. Setelah melakukan survey kecil-kecilan dengan berbagai kalangan di maktab dan beberapa lokasi, beliau menyimpulkan beberapa kenyataan yang didapat.

"Jamaah Indonesia, terutama DIY termasuk Kulon Progo, pertama secara fisik kecil-kecil dibanding jamaah dari luar negeri" kata Drs.Muh Imrozi.
Nomor 2, kekuatan fisiknya lebih lemah. no.3 jamaah didominasi Lanjut Usia (Lansia). no.4 Orangnya tidak emosional, lebih sabar dan mudah diatur. no.5 Tertib, disiplin. no.6 Semangat ibadahnya tinggi, no.7. Jamaah tidak mengandalkan kekuatan fisik tapi dengan doa "La Khaula Wala Kuwwata Illa Billah." no.8.Tidak cuma punya moto "alon-alon waton kelakon" tapi punya moto "Ketupat" melihat Keadaan Waktu dan Tepat.

Untuk pesan agar dipersiapkan lebih dini oleh Pemkab, Kemenag dan KBIH tentang persiapan fisik secara lebih dini kemudian ditambah manasik haji untuk petugas pendamping penguasaan bahasa agar lebih ditambah, sehingga komunikasi dengan jamaah lancar.

"Kepada semua pihak yang telah membantu kami hanya bisa mengucapkan Jazakumullah khoiron katsiro" kata Drs. Muh Imrozi (at.MC)