Hadapi BPJS Kesehatan 2014, Kulon Progo Siapkan RS Tipe C

  • 12 November 2013 13:42:48
  • 4529 views

Dalam rangka menyambut pelaksanaan BPJS bulan Januari 2014 nanti, Pemda Kulon Progo sudah melakukan koordinasi dengan ASKES yang nanti akan berubah namanya menjadi BPJS Kesehatan, termasuk dalam pelaksanaan pelayanan yang sangat tergantung dari petugas-petugas kesehatan. Pelayanan kesehatan akan mengalami suatu perubahan sistem yang sangat mendasar, dimana tidak boleh merujuk pasien ke rumah sakit tipe B apabila pasien itu memang tidak memenuhi syarat untuk diobati di RS tipe B, akan tetapi boleh merujuk di RS tipe C atau tipe D. Oleh karena itu Pemkab Kulon Progo sudah sangat tepat menyediakan RS tipe C yang ada di Sentolo. Karena diperkirakan Pemkab akan banyak mengalami masalah seandainya kita tidak mempunyai RS tipe C atau tipe D. Oleh karena itu petugas kesehatan tentu akan memahami pentingnya RS tipe C atau tipe D berdiri di Kabupaten Kulon Progo ini dalam rangka mengantisipasi pelaksanaan BPJS di bulan Januari 2014. Demikian disampaikan dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K) di hadapan peserta upacara dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 49 di halaman Kantor Pemkab Kulon Progo, Selasa (12/11).

dr. Hasto juga menambahkan, bahwa citra pelayanan Askes di mata masyarakat masih perlu ditingkatkan, seandainya pelaksanaan BPJS kesehatan nanti pelayanannya masih seperti citra yang lalu, maka tentunya sulit dalam mengajak masyarakat untuk mau berperan serta membayar iuran BPJS. Oleh karena itu semua pihak harus berjuang dan berusaha memberi citra pelayanan BPJS Kesehatan sebaik-baiknya dengan sistem yang sebagus-bagusnya dan mengajak kepada masyarakat mampu yang belum tercover di dalam BPJS yang dibantu oleh Pemerintah (Jamkesmas) untuk bersedia membayar iuran, sehingga seluruh masyarakat Kulon Progo bisa tercover. Begitu juga pelayanan kontrasepsi akan dimasukkan dalam BPJS, sehingga Jamkesda akan menjadi suplemen dan komplemen dalam pelayanan kesehatan, terutama untuk yang belum tercover dalam BPJS Kesehatan, yaitu kontrasepsi dan penyakit-penyakit katastropis.

"Saya kira tegas apa yang kita lakukan di 2014 ini, dan sudah kita siapkan dan kita juga tentu menyiapkan dari infrastrukturnya dan pendanaan," kata dr. Hasto.

Dokter spesialis kandungan ini berharap pelayanan prima yang dulu dijanjikan harus terlaksana dengan baik, karena dengan adanya BPJS kesehatan ini kalau pelayanannya itu tidak bagus, tidak akan berhasil. BPJS kesehatan bercita-cita masyarakat yang tidak tercover harus berkontribusi atau terjadi share/subsidi silang. Ini tidak akan sukses kalau pelayanannya kurang bagus.

"Oleh karena itu harapan saya momentum ini dipakai untuk meningkatkan pelayanan yang baik. Seiring dengan itu pendelegasian wewenang di tingkat Puskesmas kita perbesar, jadi mereka berlomba-lomba berprestasi dalam pelayanan. Yang kedua saya berkeinginan total coverage di Kulon Progo ini harus sudah tercapai semuanya," tambahnya.

Dari sisi kuantitas, saat ini Pemkab berusaha bisa memasukkan total coverage, yang miskin dimasukkan Jamkesmas, yang belum masuk Jamkesmas dimasukkan COB, yang PNS memakai Askes, dan sisanya Jamskesda. Ini adalah usaha yang kongkrit, karena dengan jaminan kesehatan ini, asal punya KTP Kulon Progo tidak ada orang yang tidak bisa mengakses jaminan kesehatan. Ini hal konkret yang sudah kita lakukan dan kerjakan.

Sedang dari sisi kualitas, pelayanan rumah sakit dan keluhan warga selalu dikritisi Pemkab. Reformasi dilakukan juga di rumah sakit, mulai dari manajemennya hingga pelayanannya. Diharapkan, keluhan di rumah sakit semakin berkurang, apalagi ada penambahan rawat inap dalam pelayanannya. dr. Hasto mengakui dari sisi kualitas, Pemkab masih harus banyak berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Dalam rangka HKN ke 49 ini berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh Pemkab, seperti seminar kesehatan gigi, bakti sosial di panti asuhan, penyuluhan kesehatan, turnamen futsal, speech contest, upacara, donor darah, senam massal, gathering keluarga kesehatan, operasi katarak, seminar kesehatan reproduksi dan bedah rumah serta jamban keluarga sebagai penutup.

Dalam upacara tersebut, Bupati juga memberikan penghargaan atas pemenang lomba dalam rangka HKN 2013 ini, antara lain kepada masyarakat umum, dokter teladan, siswa sekolah dan balita.