Menangkan Persaingan di Era Pasar Bebas dengan Semangat Ideologi

  • 17 Agustus 2013 12:46:39
  • 2362 views

Upacara memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 Tahun 2013 di Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (17/8) berlangsung khidmat. Upacara tersebut dimulai pada pukul 09.00 WIB, tatkala Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, SpOG(K) yang menjadi inspektur upacara, tiba Alun-Alun Wates. Peringatan kali ini memberi kesan tersendiri karena dilaksanakan masih dalam suasana Idul Fitri.
Komandan Upacara Kapten Inf. Winarto yang sehari-hari bertugas di Kodim 0731 Kulon Progo, kemudian melaporkan kepada Bupati selaku inspektur upacara. Setelah itu dilakukan peringatan detik-detik proklamasi yang ditandai bunyi sirine dari beberapa tempat di sekitar Alun-Alun Wates, dilanjutkan dengan pembukaan tanda kebesaran lalu dibacakan naskah proklamasi dibaca oleh Ketua DPRD Kulon Progo, H.Ponimin Budi Hartono,SE.
Peserta upacara terdiri dari Pegawai Negeri Sipil, TNI/Polri, Hansip, pelajar dari SD hingga SMA, mahasiswa, karyawan BUMD serta Pramuka. Dari pantauan nampak sejumlah pejabat yang hadir, antara lain Wakil Bupati, Drs. H.Sutedjo dan istri, Sekda Kulon Progo, Ir. RM. Astungkoro, M.Hum, Pimpinan DPRD, Kepala Kejaksaan, dan Ketua Pengadilan Negeri. Tampak hadir juga beberapa pejabat militer antara lain Dandim 0731, Kapolres Kulon Progo,  dan Dansatradar 215 Congot.
Pasukan pengibar sang merah putih berasal dari tim Paskibraka Kulon Progo, sebagai pembawa bendera, Siti Muwahidah, duta SMAN 2 Wates, Dan Pok 17, Bayu Irawan, dari SMA N 2 Wates dan tim pengibar bendera Ahmad Ghozi, dari SMAN 2 Wates, Dicky Rindha Mahaputra, dari SMKN I Panjatan, serta Ruliyanto, dari SMKN 2 Pengasih. Upacara tersebut juga dimeriahkan dengan kehadiran masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan langsung upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 tingkat Kabupaten Kulon Progo.
Sebelum upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68, beberapa kegiatan telah dilaksanakan antara lain pemberian remisi kepada 12 narapida di Rutan klas IIB Wates. Remisi diberikan oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H .Sutedjo pada upacara yang diikuti jajaran pegawai rutan dan narapidana. Di halaman kompleks perkantoran Pemkab Kulon Progo juga dilaksanakan upacara pemberian Satya Lencana 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun yang diberikan kepada 478 orang yang terdiri dari 173 pegawai yang telah mengabdi selama 30 tahun, 216 pegawai yang telah mengabdi selama 20 tahun, dan 89 pegawai yang telah mengabdi selama 10 tahun. Penghargaan diberikan oleh Bupati Kulon Progo, dr. Hasto Wardoyo, Sekretaris daerah Ir. RM. Astungkoro, M.Hum dan Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA, Triyono, SIP, MSi.
Dalam amanatnya, Bupati Kulon Progo menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi pada program-program sosial atas keikhlasannya membantu masyarakat yang membutuhkan dan perlu diperhatikan.
"Tidak henti-hentinya saya mengajak kepada setiap komponen masyarakat Kulon Progo, marilah kita gelorakan gerakan bela dan beli Kulon Progo, selain itu itu marilah juga kita lakukan membela Indonesia dengan membeli produk-produk dari Indonesia," pesannya.
dr. Hasto juga mengingatkan bahwa untuk bisa memenangkan persaingan dalam era pasar bebas, harus dengan ideologi, yaitu membela negara Indonesia dengan cara membeli produk-produk bangsa sendiri. Sebagaimana sejarah memperlihatkan bahwa kemenangan Indonesia dalam melawan penjajah adalah dilandasi oleh semangat dan ideologi membela bangsa ini, meskipun secara teknologi, saat itu bangsa Indonesia kalah jauh dari bangsa penjajah. Dengan demikian, bela dan beli Kulon Progo bukanlah hal yang sangat lokal Kulon Progo, tetapi merupakan semangat nasionalisme dalam membela bangsa Indonesia, berperang melawan teknologi dengan ideologi.
dr. Hasto juga menyampaikan keinginan agar segala pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Kulon Progo dapat dinikmati seluruh masyarakat dengan dirancang secara adil dan merata melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan ini lebih dari sekejar keterlibatan ataupun partisipasi masyarakat, namun pemberdayaan tentu juga diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Untuk merealisasikan harapan ini, ke depan program gotong royong dan padat karya akan diperbanyak, supaya masyarakat merasa memiliki, bisa menikmati, dan berpartisipasi dengan baik.
Sementara itu, Wakil Bupati, Drs. H. Sutedjo dalam amanat yang disampaikan saat acara penyerahan pedang komando paskibraka di Gedung Kaca mengatakan bahwa hikmah terpenting dalam memperingati kemerdekaan adalah dapat melestarikan dan melanjutkan nilai-nilai kejuangan para pahlawan untuk dijadikan modal dasar guna meniti kemerdekaan dan melanjutkan pembangunan.
UsaI penyerahan pedang komando Paskibraka, dilanjutkan dengan acara penerimaan bendera pusaka di Joglo Rumah Dinas Bupati, yang diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kulon Progo, Ir. RM. Astungkoro, M.Hum.***