Hari Kependudukan Sedunia Tahun 2013; Saatnya Tahu dan Peduli Terhadap Masalah Remaja

  • 31 Juli 2013 08:42:31
  • 3795 views

Kamis, 11 Juli 2013 lalu, sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, penduduk seantero jagat bumi kembali memperingati Hari Kependudukan Dunia. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap isu-isu kependudukan dunia.


Tahun ini, World Health Organization (WHO) memilih tema "Kehamilan pada Usia Pra-Pemuda" guna mengimbau kepada para anak pada usia pra pemuda dan pemuda supaya perlu memperoleh pendidikan gender secara menyeluruh dan sesuai agar mereka mendapatkan pengetahuan, kemampuan dan peralatan untuk menjaga sendiri.


Demikian juga halnya dengan Indonesia, bangsa besar dengan jumlah penduduk sekitar 237,6 juta jiwa tersebut tahun ini juga memperingati Hari Kependudukan Dunia yang dipusatkan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema yang diangkat mengenai remaja dan seluruh permasalahannya yang terbilang sangat kompleks. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof. dr. H. Fasli Jalal, PhD, SpGK mengatakan bahwa fokus peringatan Hari Kependudukn Dunia pada tahun ini adalah remaja mengingat jumlah mereka yang sangat besar dan potensi besar bagi kemajuan bangsa jika dibina dengan baik.

Sebaliknya, jika potensi besar tersebut tidak dibina dan dibiarkan berkembang ke arah yang negatif maka bisa menjadi beban bagi negara.


Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia tahun ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional pada hari kamis (11/7) menyelenggarakan Seminar Pemberdayaan Remaja Puteri untuk menghindari Kehamilan di Usia Remaja, di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta. Peringatan Hari Kependudukan Dunia ini ditujukan bagi para remaja dan berbagai pihak terkait dengan pembinaan remaja atau pemuda dengan berbagai narasumber yang mewakili elemen masyarakat yang berbeda, yaitu: dari unsur akademik/ universitas (Dr.Iwu Utomo, dari Australian National University, Canberra), dari unsur pemuda Yogyakarta (Gusti Kanjeng Ratu Pembayun), dari unsur penyedia informasi dan layanan kesehatan reproduksi remaja (Margaretha Sitanggang, UNFPA), dan dari unsur social...