Lokakarya Pengelolaan Mangrove di Kulon Progo

  • 27 Maret 2013 15:04:11
  • 2120 views

Kelompok kerja pengelolaan mangrove dan sempadan pantai Kabupaten KulonProgo melaksanakan Lokakarya Mangrove untuk memberikan informasi kepada masyarkat dan anggota pokja mengenai tanaman mangrove dan pengembangannya. Melalui lokakarya diharapkan juga untuk menyamakan persepsi mengenai pengelolaan mangrove.


Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengharapkan, lokakarya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan mangrove dan sempadan pantai ini, sebagai wujud komitmen semua untuk menjaga dan melestarikan warisan sumber daya alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa.


"Sudah menjadi kewajiban kitauntuk memikirkan dan merumuskan kebijakan pengelolaan mangrove dan sempadan pantai di Kulon Progo, agar semua kepentingan terkoordinir. Mengedepankan aspek konservasinya. Ini bukan warisan nenek moyang kita, tapi titipan anak cucu" katanya dalam sambutan lokakarya mangrove yang dilaksanakan, Rabu (27/3) bertempat di Gedung Kaca.


Sebelumnya Ketua Pokja pengelolaan mangrove dan sempadan pantai Kabupaten Kulon Progo, Supriyono,SE,MM melaporkan peserta dalam lokakarya ini meliputi kepala dinas/ instansi terkait, pengelola mangrove di sepanjang pantai Kulon Progo, camat, kades, kadus di kawasan mangrove, pencinta, pemerhati dan pelestari mangrove dari elemen masyarakat dan perguruan tinggi.


"Tujuan lokakarya ini untuk menumbuhkembangkan swadaya, peran dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan mangrove dan sempadan pantai. Juga untuk memotivasi masyarakat untuk turut berpartisipasi" kata Supriyono yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kulon Progo.


Realisasi penaman mangrove di Kabupaten Kulon Progo adalah 56.550 batang dengan jenis bakau pada lahan seluas 5 ha. Kendala yang dihadapi saat ini hama penngganggu, keterbatasan dalam ketrampilan dan pengelolaan mangrove, belum adanya grand design pengelolaan mangrove di Kabupaten Kulon Progo, dan adanya benturan kepentingan dengan bidang lain.


Manfaat adanya mangrove, secara fisik mangrove sebagai penahan abrasi pantai, sebagai peresapan, penahan badai dan angin. Secara biologis, mangrove sebagai tempat hidup biota laut, sumber makan spesies sekitarnya. Secara ekonomis mangrove sebagai tempat rekreasi, tempat wisata, sumber bahan kayu untuk bangunan, sebagai sumber bahan pangan, seperti ikan, udang, kepiting.


Dengan narasumber lokakarya Dr.Sri Rum Giyarsih,S.Si.,M.Si. Dosen Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta, dan moderator Asisten Administrasi Perekonomian Pembangunan dan SDA Nugroho,SE,MM.


Hadir juga dalam lokakarya, dari Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah (BPHM Wil 1) Bali, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Serayu Opak Progo, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta, Direktur eksekutif yayasan Damar, Camat Temon, mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat. (at.MC)