RSKIA Sadewa Mengadakan Pelayanan MOP, IUD dan Implan Gratis

  • 20 Februari 2013 13:45:35
  • 8653 views

 

RSKIA Sadewa yang beralamat di Babarsasi  TB XVI No. 13 Sleman  Yogyakarta tanggal 21 Februari 2013 genap berusia 8 tahun.  Dalam rangka ulang tahun ini RSKIA Sadewa mengadakan bhakti sosial di Kabupaten Kulonprogo berupa  pelayanan KB MOP, IUD dan Implant.  Bhakti Sosial dilaksanakan di Puskesmas I Sentolo Rabu  (21/2).

 

Hal ini dilakukan RSKIA Sadewa guna ikut mendongkrak kesertaan KB di Kulonprogo dengan bekerja sama Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kabupaten Kulon Progo , BKKBN DIY dan RS dr Sardjito Yogyakarta. Seperti yang disampaikan dr. Hj. Dwi Kisworo Setyo Wireni, Sp. A(K) pemilik RSKIA Sadewa yang juga Istri Bupati Kulonprogo, dalam sambutanya mengatakan “Kita sebagai orang asli Kulonprogo  ingin berperan aktif membangun sesuai kemampuan kami di bidang Kesehatan.” Istri Bupati Kulonprogo yang akrap disapa Ibu Reni ini juga menambahkan “Untuk membantu peningkatan kesertaan KB dalam rangka ulang tahun RSKIA Sadewa kali ini kami mengadakan bhakti sosial dengan memberikan pelayanan MOP, ID dan Implant gratis kepada masyarakat Kulonprogo.”

 

Pada kesempatan itu juga Reni memberikan bantuan  seekor kambing kepada peserta MOP secara simbolis,  yang diterima oleh Akhiri (35) salah satu peserta MOP dari Kecamatan Lendah. Bantuan  kambing dari Bupati Kulonprogo hanya diberikan  kepada peserta MOP sebanyak 24 ekor, sedangkan peserta IUD dan Implant tidak mendapatkan kambing.

Di tempat yang sama Dr. Lestaryono, M.Kes  Staf Ahli Bupati Kulonprogo Bidang Kemasyarakatan dan SDM dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya Bhakti Sosial RSKIA ini , kwalitas keluarga di Kulonprogo akan meningkat dan dapat mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

 

Peserta MOP  yang kebanyakan adalah pasangan usia subur memiliki beberapa alasan ikut KB MOP ini. Agus  (44) peserta  dari Depok panjatan memberikan beralasan alasan karena  KB suntik selama ini yang dipakai istrinya membuat badan istrinya kurus. “Saya pingin gantian KB dengan istri karena kasihan  istri saya, kurus karena selama ini KB suntik.”  Hal senada juga jadi alasan Hariyanto (46) Peserta dari Purwosari Girimulyo yang pekerjaannya petani ini memberikan alasan karena jika ikut KB  suntik harus suntik tiap bulan, juga untuk menghindari kelupaan suntik. “Karna irit mas, gak boros kalo ikut KB MOP,” demikian Harianto beralasan.

 

Sedangkan Supardi (36) yang berprofesi guru di SD Tegalsari merasa senang dengan pemberian kambing sebagai hadiah. Karena  kambing yang diberikan sebagai hadiah adalah kambing jantan maka  dia harus menukarnya dengan yang betina  “Kambing akan saya tukarkan  betina biar bisa berkembang biak.”  tutur Supardi sambil malu-malu.