Prevalensi Kanker dan Tumor DIY Tertinggi di Indonesia

  • 16 Februari 2013 14:00:40
  • 3465 views

Penyakit kanker sebenarnya tidak menular tetapi angka kejadiannnya makin hari semakin banyak dan menimbulkan masalah ekonomi, sosial, psikologis  karena pengobatan yang mahal berpengaruh terutama kepada masyarakat miskin. Pemerintah dalam keterbatasan sehingga Yayasan Kanker Indonesia (YKI) hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan informasi lebih dini atau preventif tentang kanker serta membantu warga yang kurang mampu  untuk pengobatan kanker secara tepat.

                Demikian dikatakan Ketua YKI Cabang DIY GKR Hemas dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) YKI Cabang DIY di Rumah Dinas Bupati Kulonprogo, Sabtu (16/2). Rakerda yang diikuti pengurus YKI Cabang Kabupaten dan Kotamadya se-DIY, juga dihadiri Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) sekaligus penasehat YKI Cabang Kulonprogo dan ketua YKI Cabang Kulonprogo dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni Sp.A(K).

                "Dalam pengobatan kanker ini YKI pusat telah meluncurkan obat kanker yang sangat mujarab tapi harganya Rp.22 juta satu kali pakai, ini cukup memiskinkan orang, dan YKI mendapatkan harga khusus dengan syarat harus tepat sasaran. Pengobatan yang cukup tinggi, tentunya juga dijamin oleh pemerintah melalui Jamkesmas,"terang Hemas.

                Menurut istri raja Kraton Yogyakarta ini, dalam usia yang ke-36 masih banyak kegiatan YKI Cabang DIY yang belum selesai bagi masyarakat tentang pemahaman Kanker secara benar dan  mempunyai kesadaran akan arti pentingnya menghindari faktor resiko serta melakukan deteksi dini.               "Dalam pemahaman masalah Kanker, masyarakat setiap hari dipertontonkan pengobatan alternatif ini yang sangat menyedihkan, pengobatan alternatif itu meringankan orang yang tidak berani ke rumah sakit menjadi pilihan bagi penderita, tetapi justru kita mendapat pasien Kanker setelah penderita itu dalam keterlambatan atau parah dalam penyembuhan penyakit Kanker itu sendiri, Kita harus membangun akan arti pentingnya resiko dan deteksi dini memang terus-menerus dilakukan, karena petugas YKI banyak sekali, selain memberikan informasi kepada masyarakat, menyadarkan pengobatan penyakit kanker secara tepat dan benar.. Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang kanker melalui tindakan promotif , preventif itu lebih baik, namun apabila memberikan bantuan kepada penderita juga secara tepat,"jelasnya.  

                Sementara Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengatakan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahun jumlah penderita kanker dunia bertambah 6,25 juta orang, dalam 10 tahun mendatang diperkirakan 9 juta orang akan meninggal setiap tahun akibat kanker. Hasil survei menunjukkan prevalensi tumor/kanker di DIY tertinggi di Indonesia yaitu 9,6 per 1000 penduduk. Angka nasional 4,3 per 1000 penduduk dengan kejadian lebih tinggi pada perempuan 5,7 per 1000 penduduk dibandingkan laki-laki 2,9 per 1000 penduduk. Penyakit yang paling banyak diderita oleh perempuan adalah kanker leher rahim di Indonesia diperkirakan terdapat 100 penderita baru dari 100.000 penduduk.

                "YKI sebagai salah satu yayasan yang memiliki kepedulian terhadap kejadian kanker di Indonesia dengan visinya Masyarakat peduli Kanker mengandung maksud agar masyarakat mampu memberikan perhatian, dukungan dan lindungan sehingga dapat mewujudkan upaya untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian dan penderitaan akibat kanker,"kata Hasto.

                Sedangkan menurut Ketua YKI Cabang Kulonprogo   dr.Hj.Dwikisworo Setyowireni Sp.A(K), upaya yang telah dilakukan adalah melakukan sosialisasi tentang kanker melalui kegiatan talkshow, pap smear,  serta penggalangan dana di masing-masing SKPD dan gerakan coin oleh siswa SD peduli kanker yang mencapai sekitar 30 juta yang kemudian telah disalurkan untuk membantu 11 pasien kanker.

                Berbagai kegiatan dalam memeriahkan kegiatan HUT YKI Cabang Kulonprogo ke-36 diantaranya adalah "Sosialisasi dan Talkshow Menu Sehat Cegah Kanker" di Gedung Kaca, Deteksi Dini Ca Cervix oleh dr.Oktavianus, Wahyu PTP,Sp.OG,-Menu Sehat Cegah Kanker oleh DR.Toto Sudargo,SKM,M.Kes dan Lomba Penyajian menu sehat produk lokal rumah tangga, Bazar makanan serba geblek, Spontanitas keserasian berbusana Batik Geblek renteng,dan Pameran produk kerajinan oleh Dekranas Kulonprogo.(MC)