Penerima Raskin Kulon Progo Tahun 2013 Turun

  • 14 Februari 2013 12:50:41
  • 1929 views

Penurunan beras raskin tahun 2013 di Kabupaten Kulon Progo mencapai 7257 RTSPM (Rumah tangga sasaran penerima manfaat) harus disikapi dengan bijak oleh tim di tingkat dukuh, desa/kelurahan dan kecamatan. Tahun 2012 RTSPM mencapai 50.278 penerima sedangkan pada tahun 2013 turun 7.257 penerima atau 43.021 RTSPM. Hal ini seperti disampaikan oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo dalam acara sosialisasi program raskin tahun 2013 di Gedung Kaca Kamis (14/2). Dalam acara ini dihadiri Tim Koordinasi Raskin DIY, Bulog Regional Jogja, Asisten Pemeritahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kulonprogo, Kepala Desa/Lurah dan Camat se Kabupaten Kulonprogo.

Pada kesempatan itu Sutedjo mengharapkan segera dilakukan pengkajian kembali data RTSPM tahun 2013 di tingkat desa/kelurahan. Sehingga perubahan data secepatnya juga dapat dilakukan dan segera beras raskin dapat dibagikan.
Perubahan data ini menjadikan perhatian tersendiri bagi wakil bupati kulonprogo. Ada dua kemungkinan perubahan data ini bisa terjadi. Kemungkinan pertama karena keterbatasan anggaran dan kemungkinan kedua karena menurunnya angka kemiskinan yang ada di kulonprogo. Terlepas dari dua kemugkinan tersebut wakil bupati berpesan kepada para dukuh dan kepala desa agar dikaji secara cermat data yang diterima dari Kemensos RI agar jika terjadi permasalahan segera dapat dicarikan solusinya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Tramsimigrasi Kulonprogo Drs. Riyadi Sunarto menyampaikan kepada peserta sosialisasi agar tidak melakukan praktek bagito (bagi roto). "Kami tidak akan bertanggung jawab lagi jika terjadi praktek bagito, kami lepas tangan." demikian pesan Didik. "Jika dil apangan didapati beras tidak sesuai dengan kualitas dan kwantitas yang disepati ataupun kemasannya kembalikan saja ke Bulok." tambahnya. Sunardi juga berpesan perubahan data RTSPM terakhir terima tanggal 21 Februari 2013 sehingga diharapkan akhir Februari sudah dapat dilaksanakan distribusi pertama.

Menyikapi perubahan data Tim Koordinasi Raskin DIY yang diwakili Drs Bandung Wibowo mengakatan berubahan data penerima ini terjadi karena keterbatasan anggaran yang ada di Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. "Kita tinggal terima data dari Kemenko Kesra, dan saya setuju dengan yang dikatakan bapak wakil bupati tadi," jelas Bandung. Bandung juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembagian raskin karena minimnya permasalah di Kulonprogo. Sedikitnya permasalahan yang terjadi baik administrasi, kualitas dan kuantitas beras juga tepatnya sasaran menjadikan DIY terbaik nasional dalam pembagian raskin tahun 2012.

Perwakilan Bulog Regional Yogyakarta yang diwakili Waluyo menyampaikan bahwa raskin di Bulog sudah siap dibagikan, tinggal menunggu data akhir penerima dan jadwal pembagian raskin. Bulog sudah menyiapkan 19.000 ton beras raskin dalam kemasan 15 kg. "Keterlambatan pembagian yang seharusnya bulan Januari sudah didisbrusi karena menunggu data akhir dan jadwal pembagian." demikian Waluyo menyampaikan.