Penguatan Modal Koperasi Harus Mampu Mengembangkan Ekonomi Produktif

  • 12 Februari 2013 12:12:45
  • 2169 views

Ditandatanganinya MoU antara Dinas Koperasi UMKM Kulonprogo dan PD BPR Bank Pasar seharusnya memberi peluang bagi koperasi-koperasi di Kulonprogo untuk bisa memanfaatkannya dalam mengembangkan ekonomi produktif, sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan pada gilirannya membantu menurunkan tingkat kemiskinan di Kulonprogo. Demikian diungkapkan Drs. H. Sutedjo, Wakil Bupati Kulonprogo dalam acara Sosialisasi Program Kemitraan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kulonprogo dengan PD. Bank Pasar Kulonprogo dalam rangka Mensukseskan Gerakan Masyarakat Koperasi (GEMASKOP) Tahun 2013 di Gedung Kaca, Selasa siang (12/02).

Sutedjo menambahkan bahwa kapasitas keuangan daerah saat ini masih kecil, sehingga untuk menurunkan angka kemiskinan di Kulonprogo, Pemkab harus mampu memberdayakan potensi non APBD dengan menggelorakan kepedulian sosial dan semangat gotong royong, termasuk melalui koperasi. Selain itu Sutedjo juga berharap agar perkembangan koperasi saat ini sudah mulai memasuki tahap ofensif dan ekspansif, tidak lagi defensif. Artinya koperasi harus bisa memperluas kegiatan ekonominya melalui kreatifitas dan inovasi, bukan hanya menikmati kondisi yang ada pada saat ini.

Sutedjo juga mengkritisi koperasi, dimana menurut UU No. 17/2012 ada 4 jenis koperasi, yaitu koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam. Namun di masyarakat, koperasi simpan pinjam, yang tidak termasuk dalam sektor riil sehingga tidak bisa menggerakkan roda perekonomian dengan cepat, lebih dikenal dan disukai.

"Bahkan sebagian besar anggota hanya melakukan pinjaman namun tidak menyimpan, parahnya lagi pinjaman tersebut bukan untuk kegiatan ekonomi produktif namun untuk konsumtif, sehingga tidak bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat," tuturnya.

Sementara itu Rita Purwanti Erni Widiyati, Direktur Bank Pasar menjelaskan bahwa Bank Pasar saat ini berusaha untuk melaksanakan program perluasan pelayanan kredit kepada masyarakat atau credit linkage, termasuk kepada koperasi di Kulonprogo melalui MoU dengan Dinas Koperasi UMKM. Rita juga menjelaskan bahwa Bank Pasar turut serta mendukung program Bela dan Beli Kulonprogo, karena dengan memakai jasa Bank Pasar maka 50% keuntungan akan dikembalikan ke daerah, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurut laporan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Drs. Sumarsana, Msi, koperasi di Kulonprogo telah mengalami peningkatan kuantitas dari 317 koperasi di tahun 2010 menjadi 345 koperasi di tahun 2012. Dari sisi kualitas, Dinas Koperasi telah mengupayakan melalui program kerja seperti peningkatan SDM pengelola koperasi maupun anggota dengan kegiatan diklat, temu usaha, temu kemitraan, studi banding dan sebagainya. Diakui Sumarsono bahwa berbagai peningkatan koperasi yang telah dicapai menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan non anggotanya.

Mengenai kerjasama dengan PD Bank Pasar, Sumarsono menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan perwujudan dari UU No. 17/2012 khususnya dalam rangka memperkokoh permodalan dan pembiayaan koperasi.

"Diharapkan koperasi yang masih kekurangan modal dalam rangka pelayanan kepada anggota maupun non anggota dapat mengakses permodalan ke Bank Pasar, sehingga dengan menguatnya modal akan terjadi multiplier effect dalam menciptakan lapangan kerja baik langsung maupun tidak langsung yang pada akhirnya mengurangi angka kemiskinan," katanya.

Usai penandatanganan MoU antara Dinas Koperasi UMKM dan PD BPR Bank Pasar, oleh Drs. Sumarsono dan Rita Purwanti yang disaksikan oleh Wabup Drs. H Sutedjo, diserahkan bantuan kredit senilai Rp 50 juta kepada KSU Kinasih dari Paliyan, Temon, oleh Wabup.***