BI Sosialisasi Ciri Uang Asli di Pasar Wates

  • 09 Februari 2013 09:43:08
  • 2884 views

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta melakukan sosialisasi tentang ciri-ciri uang asli di Pasar Wates , Kabupaten Kulonprogo, Sabtu pagi (9/2). Sosialisasi tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran uang palsu yang biasanya sering terjadi di tempat-tempat umum  seperti pasar.
                "Sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui secara mendetail tentang ciri-ciri uang asli, dan mencegah beredarnya uang palsu secara meluas, karena Wates daerah perbatasan biasanya sering di titipi uang palsu, sehingga cepat diketahui masyarakat karena mampu membedakan uang yang asli dan palsu, " kata Kepala Perwakilan BI Yogyakarta, Causa Imam Karana.

                Sementara Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Drs.Joko Kushermanto,MM menyambut baik sosialisasi yang dilakukan oleh BI Yogyakarta karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui perbedaan uang asli dengan palsu yang banyak  menimpa masyarakat terutama usia lanjut.

                "Di tengah masyarakat masih dijumpai  uang palsu karena biasanya kurang teliti namun juga dimaklumi terutama yang sudah lanjut usia dengan cara diselipkan misalnya, dan memang biasanya banyak dilakukan oleh pengedar di tempat umum seperti di pasar, jadi tepat sekali yang dilakukan oleh BI sehingga masyarakat lebih paham untuk mengetahui uang asli apa palsu,"terangnya.

                Petugas dari BI Yogyakarta Purwanto  dalam sosialisasi yang dipenuhi pedagang maupun pengunjung menjelaskan untuk mengetahui uang rupiah asli dengan 3D Diraba, Dilihat, DIterawang
sehingga ciri-ciri uang asli kelihatan warnanya cerah yang 100 ribu merah tajam, 50 ribu biru tajam serta adanya tanda air. Biasanya uang yang beredar palsu dalam cetakan 50 ribu dan 100 ribu.

                Sementara itu beberapa pengunjung juga menanyakan bagaimana yang seharusnya apabila menerima uang palsu,  apakah bisa ditukar dengan yang asli oleh BI, serta mendapatkan uang yang tidak utuh.

                "Saya pernah mendapatkan uang palsu 100 ribu dan 50 ribu, tahunya di rumah terus saya sobek saja,"kata Tini seorang pedagang  di Pasar tersebut.

                Purwanto menjelaskan dengan telah mengetahui ciri-ciri uang asli dan palsu, apabila nantinya menemukan uang palsu jangan digunakan untuk transaksi tetapi dilaporkan ke BI atau pihak berwajib, dan BI tidak akan memberikan penggantian karena BI hak tunggal hanya menggeluarkan uang asli. Sedangkan terkait kondisi uang yang rusak apabila 1/3 hilang tidak dapat diganti sesuai peraturan yang baru.

                Sosialiasi yang dilakukan bekerjasama dengan beberapa perbankan tersebut dimeriahkan hiburan organ tunggal dan pemberian doorprize. Selain itu juga diberikan bantuan alat pendeteksi uang dari BI sebanyak 9 unit yang diserahkan oleh Kepala Perwakilan BI Yogyakarta Causa Imam Karana kepada Lurah Pasar Wates Suroto disaksikan Asisten Administrasi Umum Drs.Joko Kushermanto,MM.  (MC)

                 

.