Bupati dan Wakil Bupati Tinjau Banjir Di Panjatan

  • 18 Januari 2013 15:16:23
  • 3084 views

 

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo meninjau beberapa lokasi banjir di wilayah kecamatan Panjatan. Kunjungan yang dilakukan usai safari Jum'at di Triharjo Wates, lokasi pertama yang dikunjungi sebelah barat SLB Negeri Panjatan, kemudian di pedukuhan Kemendung Panjatan dan terakhir posko dapur umum di kompleks kantor kecamatan Panjatan.

                Salah satu warga Gotakan, Santoso yang dikunjungi di lokasi pertama menuturkan meski sering menjadi langganan banjir setiap musim hujan, namun genangan air paling parah baru terjadi tahun ini yang di sebabkan adanya bangunan pagar sekolah SLB di sebelah timur rumahnya.

                "Sebenarnya banjir sudah biasa terjadi setiap tahun, tapi baru kali ini sampai masuk rumah sejak jam 10 tadi malam, yang tahun-tahun lalu gak sampai masuk dalam rumah, karena air tertahan adanya bangunan dan pagar sekolah SLB,"terang Santoso yang rumahnya juga hanya beberapa   meter dari sungai Sen.

                Sedangkan Camat Panjatan Drs.Eko Pranyata yang turut mendampingi Bupati mengatakan akibat banjir telah mengakibatkan sekitar 212 rumah yang tersebar di beberapa desa di wilayahnya tergenang air serta puluhan hektar sawah tergenang air.

                Pada saat ditinjau Bupati kondisinya tidak separah pagi hari dimana ketinggian air masih tinggi sehingga sampai masuk di beberapa rumah,  air telah surut,  yang nampak hanya mengenangi halaman rumah, termasuk kantor Polsek Panjatan dan Koramil Panjatan. Akibat hujan deras dan banjir sempat mengakibatkan beberapa sekolah diliburkan seperti dua sekolah dasar (SD) di wilayah kecamatan Lendah yakni SD Bonosoro dan Bangeran diliburkan karena tergenang  30 cm dan SMKN 1 Kelautan di Temon.

                Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengatakan untuk mengantisipasi adanya bencana banjir yang terjadi hampir setiap tahun sebenarnya telah dilakukan kerja bhakti membersihkan enceng gondok di beberapa alur sungai tetapi masih overload karena volume atau curah hujan yang tinggi sehingga dampak Jakarta juga dirasakan di Kulonprogo juga.

                "Karena sering terjadi berulang-ulang maka kedepan perlu koordinasi dengan pemda DIY, kewenangan sungai tidak hanya di Kabupaten tetapi juga pemda DIY ya harus diatasi secara permanen kemungkinan dengan melebarkan sungai dan memasang klep,"terang Hasto.   

                Kadinas Sosnakertrans Drs.Riyadi Sunarto mengatakan meskipun untuk sementara  belum ada yang mengungsi akibat banjir di beberapa wilayah di Panjatan, namun dapur umum bersama TAGANA telah disiapkan di kompleks kantor kecamatan Panjatan termasuk kesiapan logistik.  (MC)