Bupati Meninjau Pembangunan Jembatan Hibah BNPB

  • 16 Januari 2013 17:18:32
  • 2745 views

 

Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) melakukan peninjauan lapangan beberapa jembatan yang rusak karena bencana alam dan sudah selesai pembangunannya. Dalam peninjauan yang dilakukan Rabu (16/1) turut mendampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Drs.Untung Waluyo, Kabid Cipta Karya Dinas PU Zahram Asurawan,ST,MT,Kabag TI dan Humas Setda Rudy Widiyatmoko,S.Sos dan Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPDB Eko Susanto,ST,MT serta Kasie Kedaruratan dan Logistik BPDB  Suhardiyana,SIP.

                Lokasi pertama yang dikunjungi jembatan Blubuk Kalingiwo di pedukuhan Clapar 3 desa Hargowilis Kecamatan Kokap yang menghubungkan warga Blubuk desa Sendangsari Kecamatan Pengasih dengan wilayah Clapar desa Hargowilis Kecamatan Kokap, kemudian jembatan Kalilengki  senilai Rp.1,9 Milyar di pedukuhan Gendu desa Purwosari Kecamatan Girimulyo dan terakhir di jembatan Kemesu di Degan desa Banjararum Kecamatan Kalibawang.         

                Usai melakukan peninjauan ketiga jembatan tersebut Bupati mengatakan peninjauan atau cek lapangan di beberapa jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan parah karena adanya bencana alam dan dibangun dari dana pusat kemudian ada serah terima ke daerah.

                "Pembangunan beberapa jembatan ini berasal dari dana pusat yang nantinya akan diserahkan oleh pusat ke daerah, kalau diserahkan tidak dicek terlebih dahulu ya gimana, kan ada nantinya serahterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke pemda, kalau dicek di lapangan melihat hasilnya kan mantap puas,"kata Hasto.

                Menurut Hasto, dari beberapa pekerjaan tersebut hasilnya cukup baik dan memuaskan meskipun ada beberapa efek yang muncul seperti di Blubuk tentang saluran air atau drainase karena air masih ke bahu jalan dan di Kalilengki yang semula tidak ada ganti rugi kesepakatannya lalu ada ganti rugi, sehingga komitmen awal menjadi tidak tercapai, namun demikian soal ganti rugi sudah tidak ada masalah, hanya permasalahan drainase di Blubuk yang akan diselesaikan dengan Dinas PU ke depannya.

                "Bantuan sarana dari pemerintah pusat ini sangat membantu karena APBD Kulonprogo sangat terbatas, sehingga keberhasilan dalam menyelesaikan pembangunan dengan kualitas yang baik diharapkan mampu menjadi faktor untuk meraih bantuan kembali dari pemerintah pusat,"terang Hasto.

                Sementara Kepala Pelaksana BPBD Drs.Untung Waluyo mengatakan dari tiga jembatan yang dikunjungi total jumlah pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana alam  yang dibangun dari dana pusat melalui BNPB ada 8 unit. Sedangkan sejak bencana alam tahun 2010 terdapat 26 titik yang perlu perbaikan namun saat ini yang diprioritaskan baru 8 lokasi. Dalam perbaikan kerusakan bencana alam yang membutuhkan biaya besar dimintakan ke pusat sedangkan yang nilainya Rp.200 juta ke bawah di biaya dari anggaran daerah.Beberapa bangunan yang masih belum dilakukan perbaikan seperti SD Suroloyo, jembatan Dlingseng di Banjaroyo, jembatan Kaligintung, dan drainase Siluwok. (MC)