Penandatanganan MoU Penempatan Tenaga Kerja

  • 16 Januari 2013 09:34:27
  • 4014 views

Bupati saksikan penandatanganan MOU antara Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sosnakertrans) dengan PT.Dan Liris (Sukoharjo) dan PT.Ambassador Garmenindo (Sukoharjo) tentang kerjasama dalam penempatan tenaga kerja dari Kulon Progo untuk mengurangi penganguran di Kulon Progo dan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dua perusahaan tersebut.

 

“MOU ini sebagai rintisan awal membangun kerjasama. Hal ini dipandang sebagai langkah strategis dalam rangka membangun SDM yang unggul dan mengurangi pengangguran di Kulon Progo” kata Kepala Dinas Sosnakertrans Drs.Riyadi Sunarto.

 

Lebih lanjut Riyadi menyampaikan bahwa di Kulon Progo pada tahun 2011 sudah melatih 196 tenaga kerja, lulus pelatihan 176 tenaga kerja, yang sudah ditempatkan 120 tenaga kerja. Pada tahun 2012 melatih 612, lulus 591, untuk penempatan tenaga kerja, sementara 242 sedang yang lainnya belum terpantau karena laporan belum masuk.

 

Target penempatan di PT.Dan Rilis dan PT.Ambassador Garmindo adalah 1.000 orang per tahun. ”Di  targetkan tiap tahun seribu orang yang akan mengikutinya” katanya. Sebelum penempatan tenaga kerja, Balai Latihan Kerja (BLK) terlebih dahulu melakukan pelatihan. Dengan penempatan tenaga kerja ini diharapkan dapat mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

 

Ony Widiyanto, SH Kadiv. Umum PT.Dan Rilis selaku wakil dari PT.Dan Rilis, dalam sambutannya menerangkan bahwa perusahaan tersebut merupakan industri tekstil terpadu seluas 50 ha, dalam bidang pemintalan, penenunan, finishing dan garmen. Dengan jumlah karyawan 7.500 orang.

 

Saat ini membutuhkan tenaga kerja yang banyak terutama pada tingkat operator dengan keahlian menjahit. MOU ini merupakan yang pertama bagi PT.Dan Rilis. tentang PT.Ambassador merupakan anak perusahaan PT.Dan Rilis yang dibentuk karena adanya kerjasama dengan perusahaan di Amerika

 

“Tenaga yang kami butuhkan minimal pendidikan setingkat SMP, minimal usia 18, sejak masuk kerja sudah diasuransikan” Katanya.. Hal ini dilakukan  supaya dalam bekerja tidak memikirkan kesehatan, tunjangan dan lainnya.

 

”Lulusan diploma dan sarjana kami juga banyak kekurangan terutama dibidang tekstil dan garmen. Perusahaan juga menerima sarjana teknik non garmen yang nantinya akan dididik di perguruan tinggi yang ada jurusannya (dengan beasiswa ).” jelasnya lebih lanjut. Untuk tenaga marketing membutuhkan personel yang pandai berbahasa inggris untuk pemasaran dan kerjasama dengan negara lain dalam membuka jaringan baru.

 

Divisi dalam perusahaan ada 2 yaitu Tekstil dan Garmen, perusahaan saat ini termasuk dalam 100 besar eksport non migas.

 

Andri Faisal SH kabag personalia PT Ambasador menyampaikan bahwa PT Ambassador  berdiri pada Desember 2004, merupakan salah satu anak perusahaan PT.Dan Liris. Perusahaan ini didirikan karena ada kerjasama PT.Dan Liris dengan PT.Matel Indonesia, dan merupakan single player yang bekerjasama dengan PT Matel Idonesia  produsen boneka Barbie.“Kami khusus menjahit baju boneka Barbie, untuk boneka bukan kami yang membuat” kata Andri.

 

Upah yang akan diberikan kepada tenaga kerja mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, seperti UMK, ketenagakerjaan dan sebagai sesuai peraturan lainnya. Setiap tahun membutuhkan tenaga kerja menjahit 1.000 sampai 2.000 orang. Produksi tinggi terjadi pada akhir bulan Maret sampai Agustus, karena mensuplay boneka di bulan Natal” jelasnya. Rekruitmen pegawai mulai awal tahun ini, karena Matel mengharapkan lebih banyak order yang dikerjakan di Ambassador. Pekerja minimal usia 18 tahun. UMK sebesar Rp 902.500 paling rendah umk 2013 (sukoharjo). PT Dan Rilis juga sama dengan upah 7 jam kerja.

 

Menanggapi MOU tersebut, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan terimakasih kepada PT.Dan Liris  dan PT.Ambasador. Bupati berpesan agar sebelum memberikan pelatihan dan penempatan tenaga kerja, diharapkan agar Dinsosnakertrans dan perusahaan menjelaskan kepada calon tenaga kerja untuk menyampaikan apa adanya “opo anane”, jujur, “bloko suto” tentang hak dan kewajibannya.

 

“Yang mendaftar ditanting atau dalam bahasa jawa “ditaker wareg” yo opo ora? Yen wani ojo wedi-wedi, yen wedi ojo wani-wani”  Kata dr.Hasto. Keterbukaan dari awal sangat penting Sehingga tenaga kerja siap, dan kedepan tidak merugikan bagi perusahaan, tidak menimbulkan citra buruk Dinas Sosnakertrans di mata masyarakat.

 

Diharapkan tenaga kerja mengetahui berbagai indikator seperti UMK, tempat tinggal, living cost dan sebagainya. Diharapkan karyawan yang dikirim memang benar-benar berkualitas. “Living cost supaya benar-benar diteliti supaya ada nilai take home pay yang akan di terima pekerja,

.

Di Kulon Progo saat ini angka pengangguran masih cukup banyak sekitar 10 ribu. “Belum lagi jika ditambah dengan pangangguran yang terselubung” tambah dr.Hasto. Pemkab Kulon Progo berharap kepada PT supaya ada terobosan yang mendekatkan kepada pekerja. Jika dimungkinkan seperti model intiplasma yang bisa diberikan ke pekerja dengan catatan tidak merugikan perusahaan.

 

Mou yang dilaksanakan di Gedung Joglo, Senin (14/1) ini dihadiri Staf Ahli dan beberapa perwakilan SKPD seperti Dinas koperasi,Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Hukum, Dinas Koperasi, Bappeda, Bagian Administrasi Kesra, Bagian Administrasi  Perekonomian, Dinas Perindag dan ESDM.(at.MC)