Gubernur DIY Minta BPBD Kulon Progo Buka Crisis Center

  • 13 Januari 2013 18:00:56
  • 3826 views

Gubenur DIY Sri Sultan HB X sangat berharap dengan adanya bencana alam angin kencang dan untuk antisipasi bencana yang sewaktu waktu terjadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kulonprogo berperan aktif, anggap saja mendekati kewaspadaan yang tinggi sehingga crisis center di buka ada yang standby di kantor baik adanya kemungkinan banjir, puting beliung karena kemungkinan itu besar, jangan sampai di kantor BPBD kosong, sewaktu-waktu ada sesuatu bisa dihubungi dan cepat bereaksi .

Hal tersebut dikatakan Sultan saat meninjau rumah Sarijo yang sekaligus dipergunakan sebagai PAUD Siwi Kinasih di pedukuhan Jatisari desa Jatirejo Kecamatan Lendah, Minggu (13/1). Bangunan rumah belakang tertimpa pohon jati berdiamter 50 cm tepat di atap rumah, namun saat dikunjungi warga sekitar telah menyelesaikan perbaikan secara gotong-royong. Selain itu di lokasi yang hanya beberapa meter juga beberapa pohon Munggur yang berdiameter 1 meter menimpa 2 tiang listrik yang terdapat trafo sehingga listrik padam dalam beberapa hari namun sudah diperbaiki dan menyala.

Dalam kesempatan itu Sultan yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda DIY Drs.Sulistyo, Kepala DPPKA Drs.Bambang Wisnu Handoyo, Kadinas Dikpora Drs.R.Kadarmanto Baskoro Aji, dan Kadinas Sosial Drs.Untung Sukaryadi,MM menyerahkan bantuan peralatan kerjabhakti yang diterima Kades Jatirejo Rustipin.

"Dalam bulan Januari dan Pebruari ini curah hujannya paling besar dan adanya peralihan musim kemarau ke musim hujan yang selain hujan dan angin juga disertai puting beliung sehingga perlu diwaspadai karena kejadian seperti pohon roboh dan sebagainya relative di kabupaten kota semua terkena, biarpun yang pertamakali Sleman,"terang Sultan.

Di Jogjakarta banyak puting beliung menurut Sultan, hal ini karena angin yang berputar secara geografis kondisi Jogja kelilingi oleh pegunungan dan gunung, di utara Merapi Merbabu, Barat perbukitan Menoreh, Timur Gunung Seribu di Gunungkidul. Sehingga bisa ditenggarai kalau angin di Jogja berputar maka pohon yang tumbang tidak hanya satu arah tapi termasuk akarnya jebol sepertinya pohonnya diangkat roboh ke kiri ke kanan ke barat ke timur maupun ke selatan, tidak ada yang kalau angin dari barat terus ke timur jatuhnya karena angin itu berputar.

"Warga masyarakat perlu mewaspadai di musim pancaroba ini. Saya senang pemda Kulonprogo sudah menanggani beberapa kerusakan, tetapi yang penting perlu waspada baik di dalam rumah maupun luar rumah. Kalau sudah musim kemarau sudah tidak ada lagi puting beliung,"pungkas Sultan.

Sementara Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) mengatakan bencana angin kencang di Kulonprogo mencapai 111 titik, dan terbanyak ada di kecamatan Lendah 75 lokasi, sedangkan korban jiwa 3 orang yakni anak-anak yang sedang naik sepeda, opname di Sardjito dan warga di Pengasih yang dijahit kepala dan tangan tetapi tidak opname.

Selain meninjau rumah di Lendah, Sultan beserta rombongan dan Bupati Kulonprogo dr.H.HastoWardoyo,Sp.OG(K) serta Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo melakukan kerja bhakti bedah rumah milik Muh Singgih Basuki Widodo di pedukuhan Ngranti desa Ngestiharjo Kecamatan Wates. Di rumah yang kejatuhan pohon kelapa saat terjadi angin kencang, Sultan mengawali kerja bhakti dengan mengambil genteng. Sementara Bupati menyerahkan bantuan dari BAZDA Rp.3 juta dan BAZCAM Rp.1 juta.(MC)

.